Aktual Tangerang – Sebanyak 35 balita di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, terdampak diare akut di tengah pencemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air. Jumlah tersebut setara dengan 21,74 persen dari total 161 kasus diare yang tercatat hingga 15 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan empat warga masih menjalani perawatan di Eka Hospital.
“Pada perkembangan terbaru hingga 15 Oktober 2026, jumlah kasus tercatat meningkat menjadi 161 orang, dengan 4 orang di antaranya menjalani perawatan di Eka Hospital,” kata Allin, Selasa (20/10/2026).
Tingginya jumlah kasus pada balita menjadi perhatian serius Dinkes Tangsel. Allin mengimbau orang tua dan keluarga agar mewaspadai gejala penurunan kondisi kesehatan, terutama pada kelompok rentan.
Menurut dia, diare akut yang disertai mual, muntah, dan demam dapat memicu dehidrasi berat dalam waktu singkat. Risiko tersebut perlu diwaspadai, terutama pada balita dan lanjut usia (lansia).
“Masyarakat yang mengalami gejala diare, terutama balita, lansia, dan kelompok rentan, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan guna mencegah dehidrasi dan komplikasi yang lebih serius,” ujar Allin.
Imunisasi Rotavirus untuk Cegah Diare Berat
Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, Allin menekankan pentingnya pemberian imunisasi rotavirus kepada bayi sesuai jadwal. Imunisasi tersebut bertujuan melindungi bayi sejak dini dari infeksi rotavirus penyebab diare berat.
“Pencegahan pada diare pada bayi dapat dilakukan melalui pemberian imunisasi Rotavirus sesuai jadwal imunisasi, yang dimulai pada usia 2 bulan, untuk memberikan perlindungan terhadap diare berat akibat infeksi Rotavirus,” jelas Allin.
Selain penanganan medis dan imunisasi, Dinkes Tangsel bersama UPTD Puskesmas Keranggan terus menggencarkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga untuk memutus rantai penularan.
Upaya pencegahan ini dilakukan menyusul hasil pengujian sampel air dari water treatment plant (WTP) perumahan. Pemeriksaan menemukan kandungan bakteri E. coli yang melebihi batas aman.
Warga Diminta Menggunakan Air Minum Kemasan
Allin mengimbau warga menggunakan air minum dalam kemasan (AMDK) yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk kebutuhan minum sementara. Warga juga diminta membersihkan tandon dan keran air secara rutin serta menjaga kebersihan makanan dan minuman.
“Sementara itu masyarakat diimbau untuk menggunakan air minum dalam kemasan yang memenuhi persyaratan kesehatan sebagai sumber air minum sementara, membersihkan tandon dan keran air secara rutin, serta menjaga kebersihan makanan dan minuman,” tutur Allin.
Ia menambahkan, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah bertambahnya kasus.
“Masyarakat diimbau menerapkan PHBS, terutama mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga sanitasi lingkungan, serta melakukan pemeliharaan tangki septik secara berkala,” tegasnya.
Sebelumnya, sebanyak 146 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangsel, dilaporkan mengalami muntaber dalam waktu bersamaan. Warga terdampak terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.
Hingga Rabu (14/10/2026), penyebab pasti lonjakan kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Ketua RT 04 setempat, Heru Cahyono, membenarkan peningkatan kasus muntaber di lingkungannya.
“Betul, lagi banyak warga, mulai dari anak-anak sampai orangtua yang kena muntaber. Total data sementara yang masuk ada 146 kasus,” ujar Heru di Serpong Lagoon, Rabu (14/10/2026). (*)








Leave a Reply