Air WTP Serpong Lagoon Tercemar E. coli, 161 Warga Diare

Adi Subchan - 20 October 2026

Sebanyak 161 warga Serpong Lagoon, Tangsel, terserang diare akut. Pemeriksaan menemukan bakteri E. coli dalam sampel air WTP perumahan. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)
Sebanyak 161 warga Serpong Lagoon, Tangsel, terserang diare akut. Pemeriksaan menemukan bakteri E. coli dalam sampel air WTP perumahan. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Kasus diare akut yang melanda warga Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, bertambah menjadi 161 orang. Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) melebihi ambang batas kesehatan dalam sampel air WTP perumahan dan keran rumah warga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan empat warga masih menjalani perawatan di Eka Hospital hingga 15 Oktober 2026.

“Pada perkembangan terbaru hingga 15 Oktober 2026, jumlah kasus tercatat meningkat menjadi 161 orang, dengan 4 orang di antaranya menjalani perawatan di Eka Hospital,” kata Allin.

Jumlah tersebut bertambah 16 kasus dibandingkan pendataan pada 12 Oktober 2026. Sebelumnya, 67 warga dinyatakan sembuh, 67 orang menjalani rawat jalan, dan 11 orang sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Laporan lonjakan kasus diare pertama kali diterima puskesmas setempat pada 7 Oktober 2026. Sejumlah warga mengeluhkan diare, demam, mual, hingga muntah secara bersamaan.

Penyakit tersebut menyerang berbagai kelompok umur, termasuk balita yang menjadi salah satu kelompok rentan. Berdasarkan data per 12 Oktober 2026, sebanyak 35 balita atau 51,5 persen dari kelompok yang dirinci dalam pendataan tercatat terdampak.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret

Bakteri E. coli Ditemukan dalam Sampel Air

Hasil investigasi epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium menemukan kandungan bakteri E. coli melebihi ambang batas kesehatan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel air dari instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) perumahan serta keran rumah warga.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya paparan berkelanjutan dari sumber yang sama (continuous common source).

“Berdasarkan pemeriksaan kualitas air, ditemukan adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) yang melebihi Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL),” terang Allin.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa kualitas air yang didistribusikan melalui fasilitas WTP perumahan berkaitan dengan merebaknya kasus diare akut.

Pengelola Diminta Menghentikan Distribusi Air

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan laboratorium, Dinkes Tangsel merekomendasikan penghentian sementara seluruh distribusi air perpipaan dari WTP Perumahan Serpong Lagoon.

Sebagai pengganti, pengelola diwajibkan memenuhi kebutuhan air bersih harian warga menggunakan mobil tangki selama proses perbaikan berlangsung.

Baca Juga :  Air Serpong Lagoon Tak Layak Dikonsumsi, Ditemukan Bakteri E. coli

Dinkes Tangsel juga meminta pengelola melakukan sejumlah perbaikan teknis pada sistem pengolahan dan distribusi air, meliputi:

  • Menguras, membersihkan, dan mendisinfeksi instalasi pengolahan air serta memperbaiki sistem yang bermasalah.
  • Memeriksa seluruh jaringan perpipaan untuk mengantisipasi kebocoran.
  • Memastikan proses klorinasi atau pemberian disinfektan pada air berjalan optimal.
  • Melakukan pengujian laboratorium terhadap kualitas air secara berkala.

Allin menegaskan, distribusi air perpipaan belum boleh kembali dilakukan sebelum hasil pemeriksaan memenuhi persyaratan kesehatan dan seluruh tindakan perbaikan diverifikasi.

“Distribusi air dapat kembali dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium memenuhi persyaratan kesehatan dan tindakan perbaikan telah diverifikasi,” tegas Allin.

Warga Diimbau Minum Air Kemasan

Selama proses pembenahan WTP berlangsung, Dinkes Tangsel mengimbau warga menggunakan air minum dalam kemasan (AMDK) yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Air tersebut disarankan untuk memenuhi kebutuhan minum dan mengolah makanan sehari-hari.

Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan rumah, termasuk membersihkan tandon penampungan air dan keran secara rutin. Selain itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi harus tetap higienis.

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan air minum dalam kemasan yang memenuhi persyaratan kesehatan sebagai sumber air minum sementara, membersihkan tandon dan keran air secara rutin, serta menjaga kebersihan makanan dan minuman,” ujar Allin.

Selain memperhatikan sanitasi air, Allin menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Upaya tersebut mencakup kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga kebersihan tangki septik.

Khusus bagi bayi dan anak-anak, ia mengingatkan pentingnya imunisasi rotavirus untuk membantu mencegah diare berat akibat infeksi virus tersebut.

“Pencegahan diare pada bayi dapat dilakukan melalui pemberian imunisasi Rotavirus sesuai jadwal imunisasi, yang dimulai pada usia 2 bulan, untuk memberikan perlindungan terhadap diare berat akibat infeksi Rotavirus,” jelas Allin.

Allin juga meminta warga yang mengalami gejala diare segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada keluarga dengan balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Masyarakat yang mengalami gejala diare, terutama balita, lansia, dan kelompok rentan, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan guna mencegah dehidrasi dan komplikasi yang lebih serius,” kata Allin.

Sebelumnya, Ketua RT 04 Serpong Lagoon, Heru Cahyono, menyebut jumlah sementara warga yang mengalami muntaber mencapai 146 orang.

“Betul, lagi banyak warga, mulai dari anak-anak sampai orang tua yang kena muntaber. Total data sementara yang masuk ada 146 kasus,” ujar Heru di Serpong Lagoon, Rabu (14/10/2026).

Saat itu, penyebab pasti lonjakan kasus muntaber masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan yang kemudian disampaikan Dinkes Tangsel menemukan kandungan bakteri E. coli melebihi standar kesehatan dalam sampel air WTP perumahan dan keran rumah warga. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini