Sejarah Hari Batik Nasional dan Tema Perayaan di Tahun 2025

Adi Subchan - 02 October 2025

Sejumlah perwakilan dari berbagai daerah berjalan dengan mengenakan busana kolaborasi kebaya, adat, dan batik saat mengikuti pagelaran fesyen Batik Specta Nusantara di Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/10/2022). (Foto: ANTARA)
Sejumlah perwakilan dari berbagai daerah berjalan dengan mengenakan busana kolaborasi kebaya, adat, dan batik saat mengikuti pagelaran fesyen Batik Specta Nusantara di Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/10/2022). (Foto: ANTARA)

Peringatan Hari Batik Nasional 2025 mengangkat tema “Batik Merawit”. Simak sejarah, perayaan, dan makna budaya batik Indonesia.

Aktual Tangerang – Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya, salah satunya adalah karya seni kain batik.

Batik tidak hanya menjadi simbol identitas bangsa, tetapi juga diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya tersebut.

Batik diakui sebagai seni kerajinan dengan teknik pewarnaan menggunakan malam atau lilin panas sebagai perintang warna. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 10 Tahun 2023 tentang batik sebagai seni tradisional Indonesia.

Motif batik dibuat dengan canting tulis atau canting cap, di mana tiap goresannya mengandung makna filosofis.

Presiden RI ke-2 Soeharto pernah memperkenalkan batik ke dunia internasional dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upaya tersebut dilanjutkan dengan pendaftaran resmi batik ke UNESCO pada 4 September 2008 di Jakarta.

Baca Juga :  Vicky Prasetyo Bermasalah dengan Hukum Lagi

UNESCO menerima pengajuan tersebut pada 9 Januari 2009 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage). Akhirnya, pada 2 Oktober 2009, UNESCO resmi mengakui batik sebagai warisan budaya dunia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sebagai bentuk apresiasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada tanggal 17 November 2009.

Pemerintah kemudian mendorong ASN dan pelajar memakai batik setiap tanggal 2 Oktober sebagai simbol kebanggaan.

Tema dan Perayaan Tahun 2025

Perayaan Hari Batik Nasional 2025 berlangsung mulai 2 Oktober hingga 30 November 2025.

Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan Museum Tekstil mengangkat tema “Batik Merawit” untuk tahun ini.

Foto: Ilustrasi/Gemini AI

Sebelumnya, pada 30 Juli-3 Agustus 2025, digelar acara Gerakan Batik Nasional di Pasaraya Blok M, Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Bangga Berbatik” dan menetapkan “Batik Tulis Merawit Cirebon” sebagai ikon resmi 2025.

Selain di Jakarta, perayaan juga digelar di berbagai daerah, termasuk pelatihan batik cap di Bandar Lampung. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Ditjen IKMA Kemenperin bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI). Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Fattah, Bandar Lampung, pada 16-20 September 2025.

Baca Juga :  Influencer Korea Yoon Ji Ah Tewas Dicekik Mitra Bisnisnya

Penggerak Ekonomi dan Identitas Nasional

Hari Batik Nasional mendorong inovasi perajin dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik lokal.

Momentum ini juga memperkuat pengakuan dunia serta membuka peluang ekonomi dari berkembangnya industri batik nasional.

Batik bukan hanya busana, melainkan jati diri budaya bangsa yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini