Lima Ikan Air Tawar Ini Berbisa dan Berbahaya

Iskandar Noer - 15 April 2026

Kenali lima ikan air tawar berbisa berbahaya, dari lele hingga pari, yang dapat menyebabkan luka serius hingga fatal. (Foto: Int/Ilustrasi)
Kenali lima ikan air tawar berbisa berbahaya, dari lele hingga pari, yang dapat menyebabkan luka serius hingga fatal. (Foto: Int/Ilustrasi)

Kenali lima ikan air tawar berbisa berbahaya, dari lele hingga pari, yang dapat menyebabkan luka serius hingga fatal.

Aktual Tangerang – Hewan berbisa umumnya identik dengan ular dan serangga beracun. Sejumlah ikan air tawar juga menyimpan racun berbahaya.

Racun tersebut dapat memicu nyeri hingga risiko fatal. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada saat beraktivitas di perairan.

“Sejumlah ikan air tawar memiliki duri berbisa sebagai alat pertahanan,” ujar pengamat fauna, Andi Saputra.

Berikut lima ikan air tawar berbisa yang patut diwaspadai.

1. Ikan Lele memiliki patil beracun

Ikan lele (commons.wikimedia.org/USFWS Mountain Prairie)

Ikan lele termasuk kelompok Siluriformes dengan tubuh licin tanpa sisik. Ciri utamanya terlihat dari kumis di sekitar mulut dan bentuk memanjang.

Habitatnya tersebar di sungai, rawa, hingga perairan payau. Selain itu, lele banyak dibudidayakan untuk konsumsi.

Pada bagian sirip, terdapat duri tajam yang mengandung racun. Tusukan patil bisa menyebabkan nyeri, bengkak, hingga demam.

“Luka akibat patil berpotensi memicu reaksi alergi,” kata Andi.

2. Ikang Baung memiliki tiga duri berbisa

ikan baung (commons.wikimedia.org/Wibowo Djatmiko)

Sebagai kerabat lele, ikan baung memiliki bentuk tubuh serupa. Perbedaannya terletak pada sirip yang tidak memanjang.

Pada tubuhnya, terdapat tiga duri berbisa yang cukup berbahaya. Duri tersebut berada di sirip pektoral dan dorsal.

Jika terkena sengatan, gejala yang muncul berupa nyeri dan pembengkakan. Reaksi lain dapat berupa alergi hingga demam ringan.

“Fungsi racun pada baung adalah melindungi diri dari predator,” jelas Andi.

3. Bullrout memiliki sengatan sangat menyakitkan

Ikan Bullrout (inaturalist.org/Tse Chung Yi)

Bullrout merupakan ikan endemik Australia yang hidup di sungai dan payau. Panjangnya berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.

Ikan ini sering bersembunyi di dasar perairan atau bebatuan. Tubuhnya memiliki duri berbisa di beberapa sirip.

Baca Juga :  Efisiensi Energi, Pemkot Tangerang Batasi Pengunaan AC dan Lift

Sengatan ikan Bullrout tidak mematikan, tetapi sangat menyakitkan. Rasa nyeri bisa bertahan lama setelah terkena sengatan.

“Bullrout memiliki duri hampir di seluruh bagian tubuhnya,” ujar Andi.

4. Pari air tawar berpotensi mematikan

Ikan pari sengat air tawar (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Ikan pari tidak hanya hidup di laut, tetapi juga di air tawar. Tubuhnya pipih dengan duri berbisa di bagian ekor.

Sengatan pari dapat menyebabkan nyeri hebat dan mati rasa. Dalam kasus tertentu, sengatan dapat berujung kematian.

Pari air tawar hidup di dasar perairan dangkal. Mereka memangsa ikan kecil dan hewan dasar lainnya.

“Sengatan pari menjadi salah satu yang paling berbahaya di perairan,” kata Andi.

5. Ikan Kiper memiliki sengatan menyebabkan pusing

ikan kiper (inaturalist.org/Leo G. Nico)

Ikan kiper hidup di air tawar dan payau. Tubuhnya pipih dengan corak bintik hitam khas.

Ikan ini memiliki duri kecil berbisa di bagian depan tubuh. Sengatan dapat menyebabkan pusing dan nyeri hebat.

Baca Juga :  Data Terbaru, Jumlah Penduduk Kabupaten Tangerang Naik 2,8 Persen

Efek sengatan dapat diredakan dengan air hangat. Ikan kiper juga sering dipelihara dan dikonsumsi.

“Penanganan cepat dapat mengurangi dampak racun pada tubuh,” ujar Andi.

Masyarakat diimbau tidak menyentuh ikan sembarangan. Kewaspadaan penting saat memancing atau berenang.

Pastikan duri berbisa dihilangkan sebelum mengolah ikan. Sebagian besar ikan tidak agresif jika tidak terancam.***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini