Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik Pasca Iduladha, Ini Penjelasannya

Adi Subchan - 27 May 2026

Simak penjelasan Hari Tasyrik 1447 H, larangan puasa, serta amalan sunnah seperti zikir, kurban, dan doa sapu jagad. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Simak penjelasan Hari Tasyrik 1447 H, larangan puasa, serta amalan sunnah seperti zikir, kurban, dan doa sapu jagad. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Simak penjelasan Hari Tasyrik 1447 H, larangan puasa, serta amalan sunnah seperti zikir, kurban, dan doa sapu jagad.

Aktual Tangerang – Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Hari Raya Iduladha. Hari Tasyrik jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Pada 1447 Hijriah, Hari Tasyrik berlangsung mulai 28 hingga 30 Mei 2026. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan rasa syukur selama Hari Tasyrik.

Namun, terdapat larangan puasa pada hari Tasyrik. Larangan itu berlaku untuk puasa sunnah maupun puasa wajib.

Pengecualian diberikan bagi jemaah haji yang tidak memperoleh hewan kurban. Larangan puasa itu berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

“Tidak diperkenankan berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan kurban.”
(HR Bukhari No. 1859).

Pada Hari Tasyrik, jemaah haji berada di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah. Sementara umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan melaksanakan kurban.

Selain itu, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan selama Hari Tasyrik.

Baca Juga :  Wali Kota Tangsel Ingatkan Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban

1. Menyembelih Hewan Kurban

Umat Islam yang mampu dianjurkan menyembelih hewan kurban terbaiknya. Kurban menjadi bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat dan pihak yang membutuhkan.

Hewan kurban harus memenuhi syarat kesehatan dan usia sesuai ketentuan syariat.

2. Menikmati Makan dan Minum

Hari Tasyrik dikenal sebagai hari makan dan minum bagi umat Islam. Aktivitas tersebut menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.”

Karena itu, umat Islam diharamkan berpuasa selama Hari Tasyrik.

Dalam riwayat Abu Hurairah RA disebutkan. “Janganlah kamu berpuasa pada hari ini karena hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

3. Memperbanyak Zikir dan Takbir

Hari Tasyrik juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan takbir.bAnjuran tersebut bersumber dari Alquran dan hadis Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman: “Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang.” (QS Al-Baqarah: 203).

Ibnu Abbas menjelaskan hari yang berbilang adalah Hari Tasyrik.

Takbir dianjurkan dibaca setelah salat fardu selama Hari Tasyrik. Zikir juga dapat dibaca saat takbiran dan penyembelihan hewan kurban.

Rasulullah SAW bersabda: “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).

Baca Juga :  Iduladha 2026: Doa Masuk dan Keluar Masjid

4. Membaca Doa Sapu Jagad

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa selama Hari Tasyrik. Salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah SAW adalah doa sapu jagad.

“Ya Tuhan kami, berilah kebaikan dunia dan akhirat, serta lindungi dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201).

Imam Syafii meriwayatkan Rasulullah SAW rutin membaca doa tersebut.

Doa dipanjatkan di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini