Pemkot Tangerang Selatan mengawasi pengelolaan limbah hewan kurban guna mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha 2026.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengawasi pengelolaan limbah hewan kurban saat Iduladha 1447 Hijriah.
Pengawasan dilakukan di masjid dan lingkungan permukiman yang menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pengawasan bertujuan menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyasar kesehatan hewan kurban. Pengelolaan limbah hasil penyembelihan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Tempat pemotongan hewan harus memiliki penampungan limbah dan saluran air yang memadai,” ujar Benyamin, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan limbah seperti darah dan kotoran harus ditangani dengan baik. Hal itu penting agar tidak mencemari lingkungan sekitar permukiman warga.
Benyamin mengatakan sebagian besar penyembelihan kurban dilakukan di lingkungan masyarakat dan masjid. Kondisi itu membuat pengawasan harus dilakukan lebih ketat dibandingkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
“Penyembelihan banyak dilakukan di lingkungan warga dan masjid,” katanya.
Pemkot Tangsel juga mengimbau panitia kurban memperhatikan aspek sanitasi selama proses penyembelihan berlangsung.
Penyediaan tempat limbah dan saluran pembuangan air menjadi syarat penting pelaksanaan kurban.
Selain limbah, Pemkot Tangsel turut mengawasi proses distribusi daging kurban kepada masyarakat.
Benyamin meminta pembagian daging dilakukan tertib untuk menghindari kerumunan warga.
“Penerima manfaat sudah didata agar pembagian berlangsung tertib,” ujarnya.
Saat ditanya soal sanksi, Benyamin belum memastikan bentuk hukuman bagi pelanggar. Namun, Pemkot berharap masyarakat mematuhi imbauan pengelolaan limbah kurban.
“Kami berharap tidak terjadi pelanggaran dalam pembuangan limbah,” katanya.
Pemkot Tangsel memilih mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Edukasi dinilai lebih efektif karena lokasi penyembelihan tersebar di banyak titik.
Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel akan membantu membersihkan lokasi apabila ditemukan limbah berserakan.
“Kalau ada limbah berserakan, nanti kami bantu membersihkannya,” pungkasnya.
Kurangi Penggunaan Kantong Plastik
Selain itu, Pemkot Tangsel membagikan perlengkapan kurban ramah lingkungan menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Perlengkapan yang dibagikan berupa kantung kain dan besek bambu untuk pembagian daging kurban.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan distribusi dilakukan ke berbagai lokasi penyembelihan hewan kurban.
“Saya membagikan kantung kain dan besek bambu ke lokasi pemotongan hewan,” ujar Benyamin.
Menurutnya, jumlah perlengkapan yang dibagikan mencapai hampir 10 ribu buah. Seluruh bantuan didistribusikan ke tempat pemotongan hewan kurban di berbagai wilayah Tangsel.
“Itu hampir 10 ribu yang kami bagikan ke tempat pemotongan hewan kurban,” katanya.
Program tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban.
Pemkot Tangsel juga memastikan pelaksanaan kurban berlangsung aman dari sisi kesehatan hewan. Benyamin mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan telah dilakukan selama sepekan terakhir.
Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Pertanian bersama dokter hewan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh hewan kurban dinyatakan sehat dan layak disembelih.
“Tidak ditemukan PMK maupun LSD pada hewan kurban,” ucap Benyamin.
Ia memastikan seluruh hewan memenuhi syarat kesehatan untuk pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
“Alhamdulillah semuanya memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban,” pungkasnya. (*)








Leave a Reply