Cuaca Panas dan Kemarau, Perbanyak Minum Air Putih

Adi Subchan - 10 August 2026

ILUSTRASI - Dinkes Tangsel mengingatkan warga mewaspadai cuaca panas dan musim kemarau. Kenali gejala dehidrasi, heat stroke, serta cara mencegahnya. (Foto: iStockphoto)
ILUSTRASI - Dinkes Tangsel mengingatkan warga mewaspadai cuaca panas dan musim kemarau. Kenali gejala dehidrasi, heat stroke, serta cara mencegahnya. (Foto: iStockphoto)

Dinkes Tangsel mengingatkan warga mewaspadai cuaca panas dan musim kemarau. Kenali gejala dehidrasi, heat stroke, serta cara mencegahnya.

Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca panas dan musim kemarau.

Warga diminta rutin mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi selama kondisi cuaca panas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan suhu tinggi berisiko memicu gangguan kesehatan.

“Paparan suhu udara yang tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan,” kata Allin, Senin (10/8/2026).

Gangguan tersebut meliputi dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat exhaustion, hingga heat stroke.

Menurut Allin, heat stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera.

Masyarakat perlu mengenali sejumlah gejala gangguan kesehatan akibat paparan cuaca panas. Gejalanya antara lain keringat berlebih, kulit panas dan kering, serta jantung berdebar.

Kulit pucat, kram kaki atau perut, mual, muntah, dan pusing juga perlu diwaspadai. Berkurangnya frekuensi buang air kecil serta urine berwarna kuning pekat juga menjadi tanda dehidrasi.

Baca Juga :  Kekeringan Meluas, 1.674 Warga Tangsel Krisis Air Bersih

Jika mengalami gejala tersebut, warga dianjurkan segera berpindah ke tempat yang teduh. Tubuh dapat didinginkan menggunakan kain atau spons basah pada pergelangan tangan dan leher.

Bagian lipatan tubuh juga dapat didinginkan untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih dan beristirahat.

Jika kondisi tidak membaik atau semakin berat, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis. Warga dapat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan.

Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Dinas Kesehatan Tangsel mengingatkan masyarakat memenuhi kebutuhan cairan secara rutin sepanjang cuaca panas. Masyarakat diminta tidak menunggu haus untuk mulai minum air putih.

Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika suhu udara mencapai kondisi tinggi. Jika memungkinkan, masyarakat dianjurkan berteduh antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.

Pemilihan pakaian juga perlu diperhatikan saat masyarakat beraktivitas di luar ruangan. Warga dianjurkan mengenakan pakaian ringan, longgar, dan berwarna terang.

Pakaian berwarna gelap sebaiknya dihindari karena cenderung menyerap panas lebih banyak.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat tidak meninggalkan siapa pun dalam kendaraan terparkir. Kondisi tersebut tetap berbahaya meskipun jendela kendaraan dalam keadaan terbuka.

“Tidak meninggalkan siapa pun di dalam kendaraan yang sedang terparkir, baik dengan jendela terbuka maupun tertutup,” ujar Allin.

Baca Juga :  302 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Terinfeksi ISPA

Untuk melindungi kulit, masyarakat dianjurkan menggunakan tabir surya minimal SPF 30. Tabir surya digunakan pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Masker juga dianjurkan ketika kualitas udara menurun atau tingkat polusi meningkat.

Penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Dinkes Perkuat Pemantauan Penyakit

Dinas Kesehatan Tangsel memperkuat kewaspadaan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons atau SKDR.

Pemantauan dilakukan terhadap potensi peningkatan sejumlah penyakit selama cuaca panas dan musim kemarau.

Penyakit yang dipantau meliputi ISPA, diare akut, dan demam berdarah dengue atau DBD.

“Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR,” ujar Allin.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas dan musim kemarau.

Allin mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang tidak kunjung membaik.

Pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh penanganan sesuai kondisi. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini