Kebakaran TPA Jatiwaringin, Warga Diminta Menjauh 1,7 Kilometer

Adi Subchan - 04 July 2026

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta warga menjauhi kawasan TPA Jatiwaringin yang masih terbakar. (Foto: Istimewa)
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta warga menjauhi kawasan TPA Jatiwaringin yang masih terbakar. (Foto: Istimewa)

Wamen LH meminta warga menjauhi TPA Jatiwaringin dalam radius 1,7 kilometer akibat kebakaran. Pemerintah juga menyiapkan evakuasi dan lokasi pengungsian.

Aktual Tangerang – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari kelima. Pemerintah memperketat perlindungan warga akibat paparan asap yang masih mengancam kesehatan.

Selain fokus memadamkan api, pemerintah mengutamakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta warga menjauhi kawasan TPA yang masih terbakar.

Menurut Diaz, warga sebaiknya menghindari area dalam radius sekitar 1,7 kilometer dari lokasi kebakaran.

“Kalau bisa 1,7 kilometer radius ya, yang benar-benar harus dihindari. Tapi tergantung arah angin,” kata Diaz di Mauk, Sabtu (4/7/2026).

Diaz menjelaskan, arah angin menentukan penyebaran asap ke kawasan permukiman.

Saat ini, angin bertiup ke arah timur. Namun, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Jika angin berbalik, asap berpotensi menuju permukiman di sisi barat TPA.

Baca Juga :  Warning! Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Picu ISPA

Pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemkab Tangerang untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan ialah evakuasi warga apabila asap mengarah ke permukiman.

“Pak Bupati akan mengevakuasi warga di barat, seperti yang sudah dilakukan kepada warga di timur,” ujar Diaz.

Pemerintah juga menyiapkan dua lokasi pengungsian bagi warga terdampak. Kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih telah disediakan.

“Sudah ada dua lokasi yang di-assign oleh Pak Bupati. Air dan makanannya juga sudah disediakan,” katanya.

Bagi warga yang masih bertahan di rumah, Diaz mengimbau penggunaan masker dan alat pelindung lainnya. “Kalau masih tinggal di situ, jangan lupa pakai masker dan pelindung lainnya,” ucapnya.

Diaz juga meminta masyarakat tidak mendatangi lokasi kebakaran. Menurutnya, kebakaran bukan tontonan karena berisiko memicu gangguan kesehatan.

Paparan asap dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.

“Kami mohon kebakaran TPA ini tidak menjadi tontonan. Semakin mendekat, semakin besar risiko terkena penyakit, termasuk ISPA,” tegas Diaz.

Pantauan di lokasi menunjukkan asap tebal masih mengepul dari timbunan sampah. Api juga masih terlihat di sejumlah titik.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah TPA Jatiwaringin Setinggi Gedung Tujuh Lantai

Kebakaran terjadi sejak Selasa (30/6/2026). Bara api masih tersimpan di dalam tumpukan sampah.

Kondisi itu membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Api terus muncul meski permukaan timbunan telah disiram air.

Petugas pemadam kebakaran masih melakukan penyemprotan secara berkelanjutan. Selang berukuran besar diarahkan ke titik yang masih mengeluarkan asap dan api.

Pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara. Dua helikopter water bombing dikerahkan menjangkau titik api yang sulit diakses.

Helikopter bergantian menjatuhkan air ke area yang masih dipenuhi asap tebal. Langkah tersebut mempercepat proses pendinginan timbunan sampah.

Meski intensitas api menurun, titik panas masih terus bermunculan. Hingga Sabtu siang, personel gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran.

Petugas tetap bersiaga hingga seluruh titik api dipastikan padam. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini