Bocah 10 Tahun Ini Jual Lukisan Demi Bisa Beli Beras

Adi Subchan - 02 March 2026

Agis Tasya Putri, bocah 10 tahun, berjualan karya gambarnya sendiri untuk bantu keluarga di Ciledug membeli beras. (Foto: Disapa Tangerang)
Agis Tasya Putri, bocah 10 tahun, berjualan karya gambarnya sendiri untuk bantu keluarga di Ciledug membeli beras. (Foto: Disapa Tangerang)

Agis Tasya Putri, bocah 10 tahun, berjualan karya gambarnya sendiri untuk bantu keluarga di Ciledug membeli beras.

Aktual Tangerang – Agis Tasya Putri menjadi sorotan publik setelah videonya viral di Instagram, sedang tekun menggambar.

Bocah 10 tahun itu tinggal di lapak sederhana di kawasan Ciledug, Kota Tangerang. Tempat tinggalnya hanya satu ruangan sempit yang disekat menjadi dua bagian, tidur dan ruang tamu.

Meski hidup sederhana, Agis tetap ceria, bermain sepeda dan bercanda bersama teman-teman sebaya.

Di dinding lapak triplek, terpajang karya gambarnya, rumah, pantai, dan pepohonan tertata rapi.

Di lantai, krayon dan buku gambar berserakan, menandakan Agis aktif berkarya setiap hari. Beberapa gambar sudah diwarnai, sementara sebagian masih sketsa menunggu sentuhan warna berikutnya.

Di balik karya itu, berdirilah Agis, berani menjual hasil karyanya sendiri demi membantu orang tua.

Baca Juga :  Ada 89 Kasus Campak Rubella di Kabupaten Tangerang, Kosambi Tertinggi

Agis mulai menyukai menggambar sejak usia empat tahun. “Dari 4 tahun,” ujar Agis seperti dikutip dari Tribun Tangerang, Senin (2/3/2026).

Gambar pertamanya adalah rumah. Alasannya sederhana: ia ingin punya rumah saat dewasa. “Karena pas udah gede pengen punya rumah,” jelas Agis.

Berbeda dari anak sebayanya, Agis belajar menggambar secara otodidak tanpa kursus atau guru. “Enggak pernah meniru orang lain,” ucap Agis tegas.

Inspirasi gambarnya datang alami. Satu gambar biasanya selesai dalam waktu sekitar lima menit.

Keberanian Agis juga terlihat dari kemandiriannya. Ia berjualan sendiri di Puri Kartika, Ciledug. “Enggak, aku sendiri nyari,” tuturnya.

Ia membuka lapak mulai pukul tiga sore hingga setengah enam, menjual berbagai ukuran gambar. Harga gambar kecil Rp5.000, ukuran lebih besar Rp10.000, dan lukisan kanvas Rp20.000.

Awalnya, Agis hanya membawa gambar tanpa niat jual. Kemudian muncul ide menjual sendiri.

“Pertamanya sih bawa-bawa doang, terus dipajang-pajangin, aku kepikiran mau jual,” katanya.

Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Pastikan Lansia Tangerang Dapat MBG

Beberapa pembeli bahkan memesan gambar sesuai permintaan, dari pantai hingga rumah-rumahan.

Meski kecil, Agis sudah mengerti arti tanggung jawab. Uang hasil jual sebagian untuk ibu. “Buat beli beras,” katanya pelan.

Sedikit ia sisihkan untuk tabungan pribadi, sekitar Rp2.000–Rp5.000 per hari. “Nabung juga,” ungkapnya.

Di balik kesederhanaannya, Agis punya mimpi besar. Ia ingin menjadi pelukis dan ke Makkah.

“Kalau udah sukses, pengen ke Makkah, ajak orang tua sama kakak,” pungkasnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini