Daftar Negara Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Arab Saudi

Adi Subchan - 13 October 2026

Australia, Selandia Baru, AS, dan sejumlah negara lain mengeluarkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi setelah serangan terhadap bandara. (FOTO: Istimewa)
Australia, Selandia Baru, AS, dan sejumlah negara lain mengeluarkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi setelah serangan terhadap bandara. (FOTO: Istimewa)

Aktual Tangerang – Sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi menyusul serangkaian serangan terhadap bandara-bandara di negara tersebut. Australia dan Selandia Baru menjadi negara terbaru yang menerbitkan imbauan pada Senin (12/10/2026).

Sebelumnya, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang juga mengeluarkan peringatan serupa. Pemerintah negara-negara tersebut meminta warganya meningkatkan kewaspadaan hingga mempertimbangkan pembatalan perjalanan ke Arab Saudi.

Mengutip Al Jazeera, Selasa (13/10/2026), Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia meminta warganya menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Pemerintah Australia juga meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan melalui bandara lain di Arab Saudi.

Selandia Baru mengimbau warganya tidak bepergian ke bandara utama Riyadh serta Provinsi Najran, Jazan, dan Asir. Pemerintah juga meminta warganya menunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah lain di Arab Saudi.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengeluarkan peringatan terkait ancaman serangan Iran dan kelompok Houthi yang didukung Teheran. Kanada juga meminta warganya menghindari perjalanan yang tidak penting ke seluruh wilayah Arab Saudi.

Baca Juga :  Perang Udara India vs Pakistan

Sementara itu, Korea Selatan meminta warganya meninggalkan Arab Saudi apabila tidak memiliki urusan mendesak. Pemerintahnya juga menyarankan calon pelancong membatalkan rencana perjalanan ke negara tersebut.

Inggris mengimbau warganya menghindari perjalanan ke Jeddah dan Dammam. Peringatan tersebut juga mencakup seluruh bandara di Arab Saudi, kecuali Bandara Internasional Madinah, untuk perjalanan yang tidak mendesak.

Imbauan tersebut berlaku bagi wisatawan maupun warga yang berencana mengunjungi Arab Saudi dalam waktu dekat.

Lima Serangan Guncang Bandara Arab Saudi

Peringatan perjalanan tersebut muncul setelah lima serangan menghantam bandara-bandara di Arab Saudi dalam waktu kurang dari sepekan.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) melaporkan satu orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat proyektil yang menghantam Bandara Internasional King Khalid pada Minggu.

Sehari sebelumnya, serangan kelompok Houthi di bandara yang sama dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Insiden tersebut disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas empat serangan terhadap bandara-bandara Arab Saudi sebelum insiden Minggu. Namun, belum ada kelompok yang mengklaim serangan terbaru tersebut.

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam masih ditutup setelah serangan. Penutupan tersebut mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Baca Juga :  Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

Serangan juga berdampak pada operasional Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat lebih dari 150 penerbangan dibatalkan pada Minggu.

Selain itu, sebanyak 374 penerbangan lainnya mengalami penundaan.

Ratusan Penerbangan Terdampak

Analis penerbangan independen asal Singapura, Brendan Sobie, menilai dampak serangan terhadap penerbangan di Timur Tengah belum dapat dipastikan.

Menurutnya, besarnya dampak terhadap penerbangan regional dan internasional bergantung pada durasi konflik serta kebijakan operasional bandara.

“Krisis terbaru ini, seperti perang Iran dan dampaknya terhadap Uni Emirat Arab, Kuwait, serta Bahrain, sangat bergantung pada durasi konflik, lamanya Bandara Riyadh ditutup, serta waktu dan cakupan pembatasan setelah bandara kembali beroperasi,” kata Sobie kepada Al Jazeera.

Penutupan bandara dan pembatasan penerbangan berpotensi mengubah jadwal perjalanan di kawasan tersebut. Durasi gangguan akan bergantung pada perkembangan situasi keamanan dan keputusan otoritas penerbangan.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi penumpang yang menggunakan Arab Saudi sebagai tujuan maupun titik transit perjalanan internasional.

Arab Saudi Hadapi Dilema Keamanan

Arab Saudi menghadapi tantangan dalam merespons serangan kelompok Houthi yang menyasar infrastruktur penerbangan. Pemerintah Riyadh perlu menjaga keamanan nasional tanpa memicu eskalasi konflik berkepanjangan.

Mengutip CNN, Arab Saudi selama ini lebih banyak mendukung pasukan pemerintah Yaman melalui serangan udara. Negara tersebut tidak mengerahkan pasukan darat dalam skala besar untuk menghadapi Houthi.

Serangan terhadap infrastruktur penting, termasuk bandara, meningkatkan tekanan agar pemerintah mengambil tindakan lebih tegas.

Eskalasi militer juga berisiko mengganggu upaya Arab Saudi membangun citra sebagai destinasi wisata yang aman dan menarik bagi investor.

Ketidakpastian keamanan dapat memengaruhi sektor pariwisata serta aktivitas penerbangan apabila gangguan terus berlangsung.

Respons Riyadh terhadap serangan tersebut menjadi perhatian internasional. Kebijakan yang diambil berpotensi memengaruhi perkembangan konflik dan stabilitas perjalanan di kawasan Timur Tengah. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini