Pria Amerika Digigit Ular 200 Kali

admin - 15 May 2025

IMG-20250507-WA0026-640x419

Digigit Ular 200 Kali, Doyan Apa Kebal?

Tangerang-Mampir ke Kota tetangga yaitu di Washington D.C Amerika Serikat, seorang pria bernama Tim Friede digigit ular 200 kali selama 18 tahun. Masih bugar meski sudah digigit ular 200 kali menjadikan Friede jadi sorotan dunia medis dan ilmiah.

Uniknya ia melakukan itu secara sukarela digigit ular 200 kali dalam kurun 18 tahun. Aksi ekstrem ini bukan tanpa tujuan, Friede ingin membangun kekebalan terhadap racun ular dan membantu menciptakan anti racun universal.

Digigit Ular 200 Kali: Obsesi yang Menyelamatkan

Friede mengaku telah digigit ular 200 kali oleh berbagai spesies berbisa seperti black mamba, kobra, taipan, krait, dan lainnya. Keputusannya dimulai sejak 2001, ketika untuk pertama kalinya ia membiarkan dirinya digigit ular berbisa, yakni kobra. Ia sempat koma selama empat hari akibat bisa mematikan itu.

“Rasanya seperti disengat seribu lebah. Saya langsung masuk ICU,” ujarnya, dikutip dari NPR. Meski nyaris kehilangan nyawa, Friede tidak menyerah. Ia terus melatih sistem kekebalan tubuhnya melalui paparan racun hingga kini telah digigit ular 200 kali.

Penelitian: Antibodi Tanpa Tanding

Darah Friede kini menjadi objek penelitian para ilmuwan, termasuk tim dari Centivax, perusahaan bioteknologi yang dipimpin Dr. Jacob Glanville. Peneliti percaya bahwa antibodi dalam darah Friede mampu menetralkan racun dari berbagai jenis ular elapid, salah satu famili ular paling mematikan.

“Jika ada orang yang punya antibodi penetralisir luas, itu pasti dia. Karena dia sudah digigit ular 200 kali,” ujar Glanville.

Terobosan Medis: Perlindungan Luas dari Racun

Dari darah Friede, ditemukan dua antibodi yang dapat melawan dua kelas neurotoksin mematikan. Peneliti juga menambahkan komponen ketiga untuk menghasilkan antiracun spektrum luas yang telah berhasil menyelamatkan tikus dari racun 13 dari 19 spesies ular elapid yang paling mematikan di dunia.

Baca Juga :  Perang Udara India vs Pakistan

Tim peneliti terus menyempurnakan formula tersebut dan berambisi mengembangkan antibisa universal yang cukup hanya dengan satu suntikan—terinspirasi dari perjalanan ekstrem Friede yang telah digigit ular 200 kali.

Tantangan dan Harapan

Meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian ini masih jauh dari selesai. Uji coba pada manusia dan pengembangan terhadap racun viper—ular yang menyerang darah, bukan saraf masih diperlukan.

“Saya pikir dalam 10–15 tahun ke depan, kita akan punya solusi untuk semua jenis bisa ular,” kata Profesor Peter Kwong dari Universitas Columbia. Friede sendiri merasa bangga atas pengorbanannya. Digigit ular 200 kali bukanlah hal sepele, namun ia menegaskan bahwa semua itu demi menyelamatkan nyawa orang lain.

“Saya melakukan sesuatu yang baik untuk kemanusiaan. Saya bangga akan hal itu. Itu sangat keren,” tutupnya. Aksi Tim Friede yang secara sadar digigit ular 200 kali telah membuka jalan bagi pengembangan antibodi penetralisir luas, sesuatu yang selama ini menjadi tantangan besar dalam dunia medis. 

Dengan potensi menciptakan antiracun universal, kisah Friede menjadi contoh ekstrem dari keberanian, ketekunan, dan dedikasi terhadap kemanusiaan.

Sumber: Kompas.com

Foto: urbanvibes.id

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini