Menurut Triawan, menjadi tuan rumah event internasional akan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
“Wisatawan dunia ingin merasakan keramahan Indonesia dan menikmati budayanya. Dengan begitu, peluang kerja dan ekonomi kreatif akan tumbuh jika dikelola secara profesional,” jelas Triawan.
Ia juga menilai industri olahraga perlu mendapat perhatian penuh. Industri ini mendorong pertumbuhan manufaktur perlengkapan olahraga dan manajemen event. Sektor media dan usaha kreatif juga ikut berkembang sehingga ekosistem olahraga berkelanjutan.
Pernyataan Triawan terbukti melalui kesuksesan MotoGP 2025 Mandalika. Ajang ini digelar pada Oktober lalu dan memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
Kolaborasi lintas lembaga mencetak rekor baru dalam penjualan tiket. Sebanyak 140.324 penonton hadir di Sirkuit Mandalika.
Perputaran uang mencapai Rp4,8 triliun selama penyelenggaraan. Angka ini menunjukkan potensi besar sport tourism terhadap ekonomi masyarakat.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai MotoGP lebih dari sekadar event olahraga. Ia menyebut ajang ini sebagai platform promosi pariwisata dan budaya Indonesia.
“Tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika mencapai 100 persen. Jumlah itu bahkan melampaui kapasitas yang tersedia,” kata Maya.
Untuk memenuhi lonjakan permintaan perjalanan, maskapai menambah frekuensi penerbangan. Sebanyak 44 penerbangan tambahan melayani rute menuju Lombok.
Garuda Indonesia menambah 18 penerbangan, Citilink 10 penerbangan, dan AirAsia 8 penerbangan. Selain itu, Pelita Air menambah 2 penerbangan, dan Wings Air menambah 6 penerbangan.










Leave a Reply