Purbaya: Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Resesi

Iskandar Noer - 10 March 2026

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah hingga Rp17.000 dan anjloknya IHSG dipicu sentimen resesi dari ekonom (foto : www.bing,com/Ilustrasi )
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah hingga Rp17.000 dan anjloknya IHSG dipicu sentimen resesi dari ekonom (foto : www.bing,com/Ilustrasi )

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah hingga Rp17.000 dan anjloknya IHSG dipicu sentimen resesi dari ekonomi.

Aktual Tangerang – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.

Pada saat bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG juga anjlok hingga empat persen.

Purbaya menilai pelemahan dipicu sentimen negatif dari sejumlah ekonom. Ia menyebut narasi resesi memengaruhi persepsi pelaku pasar.

Baca Juga :  Daftar Ruas Tol yang Beri Diskon Tarif Lebaran 2026

“Rupiah Rp17.000 dan IHSG turun karena ada ekonom menyebut ekonomi menuju resesi seperti 1998,” kata Purbaya, Senin (9/3/2026).

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam fase ekspansi. Ia menegaskan belum ada tanda perlambatan ekonomi.

“Jangankan krisis, resesi saja belum. Ekonomi masih ekspansi dan terus kami jaga,” ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, terus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia juga meminta investor tidak panik menghadapi fluktuasi pasar.

“Kita sudah berpengalaman menghadapi krisis sejak 1998 hingga pandemi 2020,” kata Purbaya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi dasar pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Pemerintah optimistis fondasi ekonomi nasional tetap kuat. ***

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Peredaran Uang Palsu Meningkat

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini