Pemkot Tangerang Klaim Jumlah Pengangguran Turun, Faktanya?

Adi Subchan - 01 October 2026

Job Fair Kota Tangerang diklaim dapat menyerap 864 warga dari 4.219 pelamar sepanjang 2026. Pemkot juga menyiapkan Pojok Lowongan Kerja setiap Jumat. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)
Job Fair Kota Tangerang diklaim dapat menyerap 864 warga dari 4.219 pelamar sepanjang 2026. Pemkot juga menyiapkan Pojok Lowongan Kerja setiap Jumat. (FOTO: iStockphoto/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Program Gampang Kerja Pemerintah Kota Tangerang membantu menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tangerang turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan TPT Provinsi Banten yang mencapai 6,63 persen.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan akses pekerjaan terus diperluas melalui Job Fair yang digelar rutin setiap bulan.

“Kami terus membuka akses melalui Job Fair yang digelar rutin setiap bulan. Kami ingin kesempatan kerja semakin dekat dan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Sachrudin, Rabu (30/9/2026).

Sepanjang 2026, Job Fair Kota Tangerang telah menyerap 864 warga dari 4.219 pelamar.

Menurut Sachrudin, penyerapan tersebut menunjukkan pentingnya kemudahan akses terhadap informasi dan kesempatan kerja.

“Saat seseorang mendapatkan pekerjaan, yang terbantu bukan hanya dirinya. Ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya, kebutuhan yang bisa terpenuhi, dan ada masa depan yang bisa ditata,” jelasnya.

Baca Juga :  Industri MRO Indonesia Siap Take Off di Panggung Global

Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Pemkot Tangerang juga memastikan kesempatan kerja terbuka bagi penyandang disabilitas.

Sachrudin mengatakan kemampuan dan kompetensi menjadi pertimbangan dalam proses penempatan kerja.

“Jangan pernah merasa minder. Kita juga punya kemampuan dan kesempatan yang sama. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba,” tutur Sachrudin.

Ia menegaskan setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan kemandirian.

“Semua memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan menjadi mandiri,” ucapnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama Unit Layanan Disabilitas Pemkot Tangerang. Kerja sama tersebut melibatkan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia.

Hingga 2026, Disnaker Kota Tangerang telah menempatkan 57 pencari kerja berkebutuhan khusus.

Mereka ditempatkan di berbagai perusahaan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Salah satunya Dwiki Alpian yang kini bekerja di gerai ritel kawasan Jalan Kisamaun, Kota Tangerang. Dwiki mengatakan kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kemandirian.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri,” ujar Dwiki.

Baca Juga :  Info Lowongan Kerja di Kota Tangerang

Pojok Lowongan Kerja Dibuka Setiap Jumat

Pemkot Tangerang juga memperluas akses lowongan kerja melalui layanan digital Tangerang Cakap Kerja. Layanan tersebut terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE.

Pencari kerja cukup memindai QR code tanpa harus membawa CV secara langsung.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan layanan tersebut dibuat lebih mudah dan responsif.

“Job Fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen,” ujarnya.

Pemkot Tangerang juga akan menghadirkan Pojok Lowongan Kerja atau Joker di Kantor Dinas Ketenagakerjaan. Layanan tersebut ditargetkan diresmikan pada akhir Oktober 2026.

Pojok Lowongan Kerja akan dibuka setiap Jumat untuk memberikan informasi lowongan kepada masyarakat.

Layanan tersebut juga menjadi akses langsung bagi pencari kerja menuju berbagai peluang pekerjaan.

Ujang mengatakan kesempatan kerja harus disertai penguatan kompetensi masyarakat.

“Kami menyadari, kesempatan kerja tidak cukup hanya diciptakan, tetapi juga perlu diikuti dengan penguatan kompetensi. Karena itu, Gampang Kerja mendorong masyarakat tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membangun usaha secara mandiri,” ungkapnya.

Gampang Kerja Dorong Peningkatan Kompetensi

Program Gampang Kerja juga dijalankan melalui sejumlah program pelatihan dan penempatan kerja.

Program tersebut mencakup On the Job Training (OJT) dan Bursa Kerja Khusus (BKK). Selain itu, terdapat SI PRAJA atau Mobil Pelatihan Praktik Kerja dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk keterampilan digital dan teknologi informasi.

Pemkot Tangerang juga mendukung program Asta Mandala Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Program tersebut sejalan dengan program SMK Go Global yang digagas pemerintah pusat.

Pemkot Tangerang menghadirkan program BKK SMK dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja.

Kolaborasi tersebut bertujuan menyiapkan lulusan dan pencari kerja sesuai kebutuhan dunia kerja. Pelatihan mencakup bahasa, teknologi informasi, dan keterampilan kerja.

Kompetensi tersebut dipersiapkan sebagai bekal menuju peluang penempatan kerja ke luar negeri.

“Gampang Kerja bukan sekadar membuka lowongan, tetapi membuka jalan menuju kemandirian,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini