Pabrik Sepatu Nike dan Adidas Hengkang dari Tangerang

Adi Subchan - 31 October 2025

Kemenperin menjelaskan alasan pabrik Nike dan Adidas pindah dari Tangerang ke Jawa Tengah. Relokasi dilakukan karena upah pekerja di wilayah tengah lebih rendah. (Foto: SHUTTERSTOCK)
Kemenperin menjelaskan alasan pabrik Nike dan Adidas pindah dari Tangerang ke Jawa Tengah. Relokasi dilakukan karena upah pekerja di wilayah tengah lebih rendah. (Foto: SHUTTERSTOCK)

Kemenperin menjelaskan alasan pabrik Nike dan Adidas pindah dari Tangerang ke Jawa Tengah. Relokasi dilakukan karena upah pekerja di wilayah tengah lebih rendah.

Aktual Tangerang – Kementerian Perindustrian mengungkap alasan pabrik Nike dan Adidas meninggalkan wilayah Tangerang.

Menurut Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, pabrik-pabrik tersebut direlokasi ke Jawa Tengah.

Rizky menjelaskan, faktor utama perpindahan adalah perbedaan upah pekerja antarwilayah.

“Industri alas kaki padat karya. Biaya tenaga kerja menjadi komponen terbesar,” ujar Rizky di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Ia menambahkan, relokasi bukan berarti penghentian produksi. “Perusahaan tetap beroperasi, hanya berpindah ke daerah dengan upah lebih rendah,” katanya.

Rizky menyebut, belum ada laporan resmi dari perusahaan terkait keputusan relokasi. Namun, informasi telah diterima dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

“Untuk kasus di Tangerang, kabarnya pabrik berpindah ke Cirebon,” ujar Rizky.

Baca Juga :  Perum Damri Buka Lowongan Staf Analis Pengembangan Usaha

Ia menegaskan Kemenperin akan memantau proses relokasi tersebut.

Meski ada perpindahan pabrik, kinerja industri alas kaki nasional tetap tumbuh positif. Sepanjang tahun ini, industri tersebut mencatat pertumbuhan sekitar delapan persen.

UMP Lebih Rendah

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan sejumlah perusahaan sepatu internasional memindahkan pabriknya dari Tangerang.

Menurut Said, relokasi dilakukan ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki upah minimum lebih rendah.

Ia mencontohkan PT Tah Sung Hung, produsen sepatu merek Adidas, telah memindahkan lini produksinya ke Cirebon.

Selain itu, PT Long Rich juga membuka pabrik baru di kawasan yang sama. “Tah Sung dan Long Rich beroperasi di Cirebon dan Brebes.

Baca Juga :  Permintaan Rumah Subsidi di Tangerang Terus Tumbuh

Sementara Victory Chingluh berpindah ke Pekalongan atau Batang,” ujar Said di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, biaya tenaga kerja dapat mencapai 30 persen dari total pengeluaran perusahaan. Kenaikan upah minimum, kata Said, sering menjadi alasan utama perusahaan melakukan relokasi.

Menurutnya, keputusan itu juga dipengaruhi oleh permintaan pembeli atau buyer internasional.

“Buyer seperti Nike, Adidas, dan Puma mencari lokasi dengan biaya produksi kompetitif,” katanya.

Said menambahkan, Indonesia masih tergolong negara dengan biaya produksi rendah dan kualitas kerja tinggi. “Karena itu, relokasi biasanya menuju daerah dengan upah minimum lebih rendah,” jelasnya.

Ia menilai Brebes dan Cirebon kini tumbuh sebagai kawasan industri baru yang berkembang pesat.

Meski demikian, tidak semua pabrik di Tangerang akan menghentikan operasinya. Beberapa perusahaan tetap mempertahankan sebagian produksi di wilayah tersebut.

“Tenaga kerja di daerah baru masih terbatas keterampilannya, terutama pada bagian menjahit dan finishing,” jelas Said.

Menurutnya, sebagian proses produksi tetap dilakukan di Tangerang untuk menjaga standar kualitas ekspor.

“Jika ada produk rusak atau tidak sesuai standar, perbaikannya dilakukan di pabrik Tangerang,” tambahnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini