Marak Pedagang Liar, Pasar Ciputat Kini Sepi Pembeli

Adi Subchan - 28 November 2025

Pedagang di Pasar Ciputat menggelar aksi "Jumat Berkah" sebagai upaya meramaikan kembali pasar yang saat ini sepi pembeli yang diduga akibat kehadiran pedagang liar. (Foto: Akurat.co)
Pedagang di Pasar Ciputat menggelar aksi "Jumat Berkah" sebagai upaya meramaikan kembali pasar yang saat ini sepi pembeli yang diduga akibat kehadiran pedagang liar. (Foto: Akurat.co)

Pedagang Pasar Ciputat mengeluhkan turunnya pembeli akibat maraknya pedagang liar, sementara pemerintah menyatakan terus menata kawasan.

Aktual Tangerang – Aktivitas jual beli di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, tampak semakin sepi, Jumat (28/11/2025). Kondisi tersebut menurunkan pendapatan pedagang.

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat, Yuli Sarlis, menyebut situasi ini terjadi beberapa tahun terakhir.

Ia menduga pedagang liar di depan pasar menjadi penyebab utama penurunan jumlah pengunjung.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel sebenarnya sudah lama mewacanakan relokasi pedagang liar.

Pemerintah juga menyediakan ratusan kios di gedung pasar lengkap dengan papan imbauan resmi.

Dalam papan imbauan dijelaskan batas pengisian kios hingga 12 Mei 2023. Namun hingga kini, hanya sekitar 20 persen kios yang terisi pedagang.

“Pedagang di dalam gedung hanya mengandalkan pelanggan tetap,” ujar Yuli di area pasar.

Baca Juga :  Tangsel Luncurkan Ngider Sehat Premium, Layanan Kesehatan Keliling Gratis

Ia menilai penataan pedagang di Jalan Haji Usman belum berjalan maksimal. Meski sepi, Yuli mengaku tetap harus berjualan di Pasar Ciputat.

“Makanya kami menggelar Jumat Berkah untuk menarik pembeli,” ucapnya.

Ia menilai pedagang dalam gedung menjadi korban karena pengunjung lebih memilih belanja di luar.

Yuli juga menyebut pedagang liar kini mendapat fasilitas awning di Jalan Haji Usman. “Itu lebih memudahkan pembeli, sehingga pedagang dalam gedung makin sepi,” tuturnya.

Ia berharap rencana pemagaran badan jalan segera dilaksanakan. “Katanya sudah ada SPK, tapi belum dikerjakan,” kata Yuli.

Baca Juga :  Sejarah Kampung Keroncong Tangerang

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangsel, Bachtiar Priyambodo, menegaskan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Ia membantah fasilitas awning berasal dari pemerintah.

“Kami rutin menindak pedagang liar, dan meminta mereka masuk kios,” jelas Bachtiar.

Terkait pemagaran, ia menyebut hal itu bukan kewenangannya. “Nanti kami cek progresnya,” ujarnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini