KADIN Tangsel Dorong Kolaborasi Swasta dan Pemerintah

Adi Subchan - 30 May 2026

KADIN Tangsel mendorong kolaborasi pemerintah dan sektor swasta guna memperkuat investasi, digitalisasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
KADIN Tangsel mendorong kolaborasi pemerintah dan sektor swasta guna memperkuat investasi, digitalisasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

KADIN Tangsel mendorong kolaborasi pemerintah dan sektor swasta guna memperkuat investasi, digitalisasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Aktual Tangerang – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong kolaborasi baru antara pemerintah dan sektor swasta.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gagasan itu disampaikan dalam audiensi dengan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, di Puspemkot Tangsel, Selasa (26/5/2026).

Wakil Ketua Bidang Perizinan KADIN Tangsel Masrurie Bejo menilai pola pikir pelaku usaha perlu berubah.

Menurutnya, KADIN tidak boleh hanya bergantung pada proyek pemerintah. “Ada hal yang harus diubah dari mindset lama,” ujar Masrurie.

Ia menegaskan KADIN harus menjadi penghubung strategis antara pemerintah dan dunia usaha. Peran tersebut penting dalam mendorong investasi dan pengembangan bisnis di Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Disnaker Kota Tangerang Buka Program Magang, Peserta Dapat Upah

Masrurie mencontohkan praktik kolaborasi yang diterapkan di sejumlah daerah.nMenurutnya, pemerintah daerah melibatkan KADIN saat investasi swasta mulai masuk.

“Ketika ada pembangunan pabrik atau proyek besar, pemerintah memanggil KADIN untuk dilibatkan,” katanya.

Ia berharap pola serupa dapat diterapkan di Tangsel. KADIN juga mengusulkan adanya ruang kemitraan dalam sektor perizinan.

Selain itu, Masrurie menyoroti besarnya potensi ekonomi sektor swasta di Tangsel. Ia memperkirakan nilai ekonomi sektor tersebut mencapai sekitar Rp70 triliun.

Angka tersebut dinilai jauh lebih besar dibanding kapasitas APBD daerah. “Kalau seluruh anggota KADIN hanya berpikir soal proyek pemerintah, itu terlalu kecil,” ujarnya.

Masrurie juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas usaha yang belum berizin resmi. Menurutnya, pendataan yang akurat dapat memperkuat data investasi daerah.

“Kami ingin memonitor sektor usaha yang izinnya di bawah meja,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang IT dan Komunikasi KADIN Tangsel Muhammad Zuber menyoroti potensi digitalisasi.

Ia menyebut KADIN telah menghimpun pelaku usaha teknologi informasi di Tangsel. Para pelaku usaha tersebut siap mendukung program pemerintah daerah.

“Kami di KADIN sudah mengumpulkan banyak pengusaha di bidang IT,” kata Zuber.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Perkuat UMKM dan Ekraf Berbasis RTH

Menurutnya, kolaborasi dapat dilakukan untuk mendukung sektor pemerintahan maupun swasta.

Ia juga menilai peluang bisnis di sektor swasta masih sangat terbuka. Karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Banyak peluang bisnis di sektor swasta yang belum tergarap dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus KADIN menyampaikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Tangsel. Pilar dinilai terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi pengusaha.

“Ini menandakan Pak Wakil benar-benar ingin membina dan bergandengan dengan KADIN,” ujar salah satu pengurus.

Audiensi tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Kolaborasi dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan.

Selain itu, kerja sama tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini