Jelang HUT RI, Pedagang Tiang Bambu Panjat Pinang Banjir Pesanan

Adi Subchan - 12 August 2026

Permintaan tiang bambu untuk panjat pinang meningkat menjelang HUT RI ke-81. Perajin Tangerang mencatat kenaikan pesanan hingga 15 persen. (Foto: ANTARA)
Permintaan tiang bambu untuk panjat pinang meningkat menjelang HUT RI ke-81. Perajin Tangerang mencatat kenaikan pesanan hingga 15 persen. (Foto: ANTARA)

Permintaan tiang bambu untuk panjat pinang meningkat menjelang HUT RI ke-81. Perajin Tangerang mencatat kenaikan pesanan hingga 15 persen.

Aktual Tangerang – Permintaan tiang bambu untuk lomba panjat pinang meningkat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Perajin bambu di Kabupaten Tangerang, Banten, mulai menerima banyak pesanan perlengkapan lomba tradisional tersebut.

Kondisi itu turut mendorong peningkatan penjualan bambu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Apeng (41), perajin bambu asal Tigaraksa, mengatakan permintaan tahun ini menunjukkan tren positif.

“Tahun kemarin kurang lebih ada 10 tiang bambu dipesan. Sekarang mudah-mudahan lebih dari 20 tiang,” kata Apeng.

Menurut dia, pesanan tiang bambu untuk panjat pinang mencapai sekitar delapan batang dalam sepekan terakhir.

“Penjualan bambu tahun ini alhamdulillah ada saja. Dibandingkan tahun kemarin naik sekitar 10 sampai 15 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Hotel Ini Sajikan Menu Buka Puasa Khas Penang Malaysia

Ia menilai peningkatan permintaan menjadi peluang positif bagi perajin bambu di Kabupaten Tangerang.

Permintaan tersebut terutama berasal dari masyarakat yang menyiapkan berbagai perlombaan menyambut HUT Kemerdekaan.

Apeng mengatakan pembuatan tiang panjat pinang membutuhkan bambu dengan kualitas dan spesifikasi tertentu.

“Bambu jenis Gombong harus memiliki panjang sekitar 8,5 meter, berukuran besar, dan lurus,” terangnya.

Proses pembuatan tiang tidak terlalu rumit, tetapi membutuhkan ketelitian dan ketelatenan perajin. Pengerjaan dimulai dari bagian kepala bambu, pengikatan, hingga proses pengamplasan.

Dalam kondisi fokus, seorang perajin mampu menyelesaikan sekitar dua batang bambu setiap hari.

Selain bambu, perajin menggunakan ban bekas sebagai pengaman dan paku untuk mendukung proses pembuatan.

Pasokan bambu tersebut didatangkan dari sejumlah daerah di luar Kabupaten Tangerang. “Pasokan bambu datang dari berbagai daerah, seperti Rangkasbitung, Bayah, Bogor, hingga Pandeglang,” ungkapnya.

Baca Juga :  GERTAK Kritik Aplikasi Coretax, Dinilai Belum Siap

Bambu menjadi alternatif populer karena harganya lebih ekonomis dibandingkan pohon pinang asli. Selain itu, masyarakat kini semakin sulit memperoleh pohon pinang dengan ukuran yang sesuai.

Harga pohon pinang asli bahkan dapat mencapai sekitar Rp1 juta per batang. Sementara itu, tiang panjat pinang berbahan bambu dijual dengan harga lebih terjangkau.

“Satu unit panjat pinang bambu dibanderol Rp300.000. Setelah ditawar, harganya bisa menjadi Rp250.000,” paparnya.

Harga tersebut meningkat sekitar Rp50.000 dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar Rp200.000 hingga Rp250.000.

Kenaikan harga dipengaruhi penyesuaian biaya bahan baku dari daerah asal bambu.

Selain tiang panjat pinang, perajin juga menyediakan berbagai perlengkapan untuk perayaan kemerdekaan. Salah satunya bambu untuk umbul-umbul yang dijual Rp100.000 per ikat. Satu ikat berisi sekitar sembilan hingga 10 batang bambu.

Perajin juga menyediakan bilah bambu untuk kebutuhan baliho dengan harga Rp200.000 hingga Rp250.000 per unit.

“Pemesanan perlengkapan bambu banyak datang dari wilayah Tangerang hingga kawasan Tangerang Selatan,” kata Apeng. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini