Inflasi Kota Tangerang 2,29 Persen, Terendah di Banten

Adi Subchan - 02 September 2026

Inflasi Kota Tangerang mencapai 2,29 persen pada Agustus 2026, terendah di Banten. Daging ayam menjadi salah satu penyumbang inflasi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Inflasi Kota Tangerang mencapai 2,29 persen pada Agustus 2026, terendah di Banten. Daging ayam menjadi salah satu penyumbang inflasi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Inflasi Kota Tangerang mencapai 2,29 persen pada Agustus 2026, terendah di Banten. Daging ayam menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Aktual Tangerang – Inflasi Kota Tangerang tercatat 2,29 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan daerah lain di Banten.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan capaian tersebut.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan stabilitas perekonomian daerah masih terjaga setelah perayaan HUT ke-81 RI.

“Pemerintah Kota Tangerang berhasil menjaga stabilitas perekonomian daerah dengan mencatatkan angka inflasi 2,2 persen (year on year),” ujar Ruta, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang, inflasi Provinsi Banten mencapai 2,95 persen. Sementara itu, inflasi Kota Tangerang berada pada level 2,29 persen secara year on year.

Angka tersebut meningkat 0,05 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 110,04.

Baca Juga :  17.240 Ton Pupuk Subsidi Dibagikan ke Petani Tangerang

Ruta mengatakan inflasi Agustus terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Komoditas daging ayam menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar pada periode tersebut. Komoditas tersebut mengalami inflasi sebesar 5,37 persen pada Agustus 2026.

“Kami tadi sudah menerima data terbaru mengenai indeks inflasi daerah yang menjadi catatan adalah komoditas bahan pokok daging ayam dengan sumbangsih inflasinya mencapai 0,07 persen,” paparnya.

Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan sejumlah langkah intervensi untuk menjaga inflasi hingga akhir 2026.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kestabilan harga pangan dan daya beli masyarakat.

Kebijakan itu juga menindaklanjuti arahan Menteri Perdagangan terkait pengendalian harga daging ayam.

Harga daging ayam diharapkan tetap berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40 ribu per kilogram.

“Tentunya ke depan kami akan tetus memantau perkembangan yang ada di lapangan supaya memastikan tidak ada kenaikan harga pangan yang signifikan,” terangnya.

Baca Juga :  THR ASN dan TNI/Polri Cair Pekan Pertama Ramadan

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta jajarannya memperkuat pengendalian pangan. Fokus pengendalian meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi pangan.

Pemkot Tangerang juga memperkuat koordinasi antarinstansi untuk menjaga stabilitas harga. Upaya tersebut dilakukan karena harga pangan turut memengaruhi daya beli dan fluktuasi inflasi daerah.

“Kami terus berkoordinasi melibatkan semua pihak untuk menyusun kebijakan strategis dalam menghadapi potensi peningkatan inflasi menjelang periode akhir tahun,” ucapnya.

Sachrudin mengingatkan adanya sejumlah faktor yang berpotensi mendorong inflasi menjelang akhir tahun.

“Karena menjelang akhir tahun biasanya memicu peningkatan permintaan musiman, hambatan distribusi logistik, sampai potensi cuaca yang dapat menyebabkan kenaikan harga komoditi pangan,” kata dia. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini