Warga Tangerang memburu masker setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Aktual Tangerang – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat warga Kota Tangerang memburu masker pada Minggu (6/9/2026).
Puluhan warga rela mengantre panjang demi mendapatkan masker untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Pantauan di kawasan Poris Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menunjukkan sejumlah toko masker dipadati pembeli.
Antrean warga bahkan mengular hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi.
Warga membeli masker sebagai perlindungan dari abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah Tangerang.
Beberapa toko bahkan membatasi pembelian karena tingginya permintaan masker dari masyarakat. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal satu boks masker.
Salah seorang warga Poris, Kamila (24), mengaku sudah berkeliling ke beberapa toko.
Menurutnya, sejumlah toko yang menjual masker mengalami kondisi serupa karena dipadati pembeli.
“Di mana-mana penjual maskernya ramai. Saya maksimal cuma boleh beli satu,” ujar Kamila.
Kamila mengatakan masker kini menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, abu vulkanik yang menyelimuti Tangerang mulai mengganggu aktivitas warga.
“Tadi pagi teras rumah saya udah banyak debu, lantai rumah jadi licin. Jadi wajar kalau warga ramai-ramai beli masker,” kata Kamila.
Harga Masker Naik
Kamila mengatakan harga masker mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal. Namun, menurutnya, kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar.
Dalam kondisi normal, harga masker per boks biasanya sekitar Rp15.000.
“Tadi saya beli harganya Rp18 ribu. Jadi harganya memang naik tapi masih wajar,” jelasnya.
Warga lainnya, Rini (40), juga mengaku rela mengantre panjang demi mendapatkan masker. Di lokasi tersebut, harga masker untuk orang dewasa mencapai Rp20.000 per boks.
“Saya beli Rp20 ribu itu untuk yang orang dewasa,” jelasnya.
Rini berharap erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berlangsung lama.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sekaligus kesehatan masyarakat. (*)










Leave a Reply