Dampak Konflik Timur Tengah, Siap-siap Harga BBM Naik

Adi Subchan - 07 March 2026

FOTO: Bloomberg/Ilustrasi
FOTO: Bloomberg/Ilustrasi

Stok BBM Indonesia menipis, harga minyak dunia melonjak akibat konflik AS-Israel vs Iran. Pemerintah siapkan opsi penyesuaian BBM subsidi.

Aktual Tangerang – Polemik harga BBM muncul di Indonesia di tengah konflik Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut stok BBM Indonesia hanya cukup untuk 20 hari ke depan.

“Stok BBM kita memang menipis, sekitar 20 hari ke depan,” kata Bahlil, Jumat (6/3/2026).

Pernyataan Bahlil memicu kepanikan masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara.

Antrean kendaraan panjang terlihat di berbagai SPBU karena masyarakat melakukan panic buying. Beberapa SPBU bahkan kehabisan BBM subsidi karena lonjakan permintaan mendadak.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung opsi kenaikan harga BBM subsidi.

“Jika tekanan anggaran tinggi, kenaikan BBM bisa jadi salah satu opsi,” kata Purbaya.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Berlakukan WFA ASN Jelang dan Usai Lebaran

Pemerintah telah melakukan simulasi skenario kenaikan harga minyak dunia untuk mengantisipasi defisit.

Jika harga minyak mencapai USD92 per barel, defisit APBN bisa naik 3,6–3,7 persen.

Meski begitu, pemerintah menyiapkan langkah agar defisit tetap di bawah 3 persen PDB. Salah satu opsi adalah menyesuaikan belanja negara dan menunda program yang kurang mendesak.

Lonjakan harga minyak global dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah dan serangan drone di Saudi Aramco.

Harga minyak dunia Brent melonjak 9,3 persen menjadi USD93,34 per barel pada Jumat (6/3/2026).

Kenaikan ini level tertinggi sejak Mei 2020, melampaui simulasi pemerintah di angka USD92.

Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi menyatakan konflik berisiko mengguncang ekonomi global. “Perang ini bisa menjatuhkan ekonomi dunia dan memicu lonjakan harga energi,” kata Al-Kaabi.

Harga minyak yang tinggi memengaruhi biaya bahan bakar, pemanas, makanan, dan barang impor.

Satu barel setara 159 liter, sehingga harga minyak dunia per liter sekitar USD0,58.

Baca Juga :  Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Tangerang

Lonjakan harga gas dan minyak memicu kekhawatiran inflasi di Inggris dan Amerika Serikat (AS). Al-Kaabi memprediksi harga minyak bisa menyentuh USD150 per barel bila perang berlanjut.

“Pertumbuhan PDB global akan terdampak dan reaksi berantai terjadi di industri,” ujarnya menambahkan.

Di Inggris, harga bensin naik 3,7 pence per liter, solar naik 6 pence, level tertinggi 16 bulan. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini