Pemkot Tangerang Klaim, Program Gampang Kerja Turunkan Jumlah Pengangguran

Adi Subchan - 20 January 2026

Program Gampang Kerja Pemkot Tangerang berhasil menurunkan TPT, menyerap ribuan tenaga kerja, dan meningkatkan UMK 2026. (Foto: Dok Pemkot Tangerang)
Program Gampang Kerja Pemkot Tangerang berhasil menurunkan TPT, menyerap ribuan tenaga kerja, dan meningkatkan UMK 2026. (Foto: Dok Pemkot Tangerang)

Program Gampang Kerja Pemkot Tangerang berhasil menurunkan TPT, menyerap ribuan tenaga kerja, dan meningkatkan UMK 2026.

Aktual Tangerang – Program Gampang Kerja yang digagas Pemkot Tangerang terus membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sepanjang 2025, program ini berperan penting menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan menyerap tenaga kerja baru.

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menyatakan, “TPT turun dari 5,92 persen di 2024 menjadi 5,88 persen di 2025.”

“Angka ini menunjukkan kondisi pasar kerja membaik dan program ketenagakerjaan berjalan efektif secara berkelanjutan,” jelas Ujang pada Selasa (20/1/26).

Menurut Ujang, “Gampang Kerja menjadi jembatan pencari kerja dan dunia industri, menghadirkan peluang nyata bagi ribuan warga Kota Tangerang.”

Selain penurunan pengangguran, kesejahteraan pekerja juga meningkat. UMK Tangerang 2026 naik 6,5 persen menjadi Rp5.399.405.

“Ini menunjukkan komitmen Pemkot melindungi pekerja sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka,” kata Ujang.

Baca Juga :  Utang Pinjol Masyarakat Tembus Rp94,85 Triliun

Program unggulan Gampang Kerja memberi kontribusi besar. Job Fair hybrid sepanjang 2025 menyerap 2.034 tenaga kerja.

“Mobil Pelatihan Praktik Kerja (Si Praja) telah dimanfaatkan 1.063 peserta. OJT diikuti 340 peserta di 11 perusahaan,” paparnya.

BLK juga berperan penting, dengan 428 peserta mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi.

Melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), 116 peserta difasilitasi, dan 6.206 pencari kerja tersalurkan ke berbagai sektor usaha.

Ujang menegaskan, Disnaker akan terus mengembangkan Gampang Kerja agar semakin adaptif dan inklusif.

“Ke depan, kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan akan diperkuat agar pengangguran terus menurun,” pungkas Ujang.

Baca Juga :  9.766 Karyawan di Kabupaten Tangerang Di-PHK Selama 2025

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini