Baznas Banten Bidik Zakat Profesi Youtuber dan Influencer

Adi Subchan - 30 December 2025

Baznas Banten mulai mengoptimalkan potensi zakat profesi Youtuvber dan influencer seiring pesatnya industri konten digital. (Foto: Istimewa)
Baznas Banten mulai mengoptimalkan potensi zakat profesi Youtuvber dan influencer seiring pesatnya industri konten digital. (Foto: Istimewa)

Baznas Banten mulai mengoptimalkan potensi zakat profesi Youtuvber dan influencer seiring pesatnya industri konten digital.

Aktual Tangerang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten menyoroti pesatnya perkembangan industri konten digital.

Baznas Banten mulai mengoptimalkan potensi zakat dari youtuber, selebgram, dan influencer.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya penghasilan kreator digital di era ekonomi kreatif.

Kepala Baznas Banten Wawan Wahyudi menegaskan, kreator digital memiliki kewajiban zakat profesi.

“Youtuber dan influencer juga akan kami kejar zakat penghasilannya,” ujar Wawan Wahyudi.

Wawan menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus Baznas Banten di Pendopo Gubernur Banten, Senin (29/12/2025).

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru 2026, Okupansi Hotel di Tangsel Anjlok

Ia mengingatkan, kewajiban zakat merupakan bagian dari tanggung jawab dunia dan akhirat.

Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan pengurus Baznas Banten di Pendopo Gubernur Banten.

Wawan menjelaskan, zakat profesi kreator digital memiliki dasar hukum yang kuat.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII. Keputusan tersebut bernomor 04/Ijtima’ Ulama/VIII/2024.

Menurut Wawan, Baznas Banten terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Potensi zakat Banten yang besar menuntut pendekatan pengelolaan yang adaptif dan modern.

“Inovasi pengumpulan zakat digital menjadi keharusan,” kata Wawan.

Baca Juga :  Daftar 10 Daerah dengan UMK 2026 Terbesar di Indonesia

Baznas Banten juga akan menggandeng selebgram, anggota dewan, dan mahasiswa sebagai duta zakat.

Pendekatan tersebut bertujuan mendekatkan zakat kepada generasi muda. “Kami ingin zakat tidak identik hanya dengan orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menilai potensi zakat Banten sangat besar.

Menurutnya, potensi tersebut setara dengan program corporate social responsibility perusahaan.

“Zakat bisa menjadi komponen penting percepatan pembangunan Banten,” ujar Andra Soni.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini