Proyek Trotoar Ciater Jadi Perbincangan Warga Tangsel

Adi Subchan - 04 October 2025

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel mengawasi proyek trotoar Ciater senilai Rp7,1 miliar karena diduga terjadi penyelewengan material dan alat. (Foto: Dok Pemkot Tangsel)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel mengawasi proyek trotoar Ciater senilai Rp7,1 miliar karena diduga terjadi penyelewengan material dan alat. (Foto: Dok Pemkot Tangsel)

Proyek trotoar Ciater Raya Tangsel senilai Rp7,1 miliar dikritik warga. Pemkot klarifikasi panjangnya 2,1 km dan dilengkapi fasilitas publik.

Aktual Tangerang – Revitalisasi trotoar di Jalan Ciater Raya, Tangerang Selatan, menuai sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir.

Awalnya, proyek ini disebut hanya sepanjang satu kilometer dengan anggaran mencapai Rp7,1 miliar. Namun, kritik dari warga mendorong Pemkot Tangsel untuk memberikan klarifikasi.

Pemkot menyatakan bahwa panjang proyek sebenarnya 2,1 kilometer, dibagi menjadi dua segmen pekerjaan.

Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian DSDABMBK Tangsel, Saflinawati, menjelaskan proyek ini melanjutkan pembangunan trotoar lama.

Baca Juga :  DPRD Tangsel Soroti Proyek Trotoar Ciater Senilai Rp7 Miliar

Trotoar sebelumnya dibangun pada 2002 dan 2016 menggunakan keramik yang kini sudah rapuh dan sulit ditemukan.

“Trotoar kini diganti dengan batu alam agar lebih kuat dan seragam,” jelas Saflinawati, Jumat (3/10/2025).

Revitalisasi juga mencakup perbaikan saluran drainase untuk mencegah genangan air saat hujan.

Fasilitas publik turut ditambahkan seperti guiding block, bangku, lampu taman, dan bollard.

“Fungsi trotoar tak hanya estetika, tapi juga mendukung kenyamanan dan aksesibilitas warga,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Gelar Festival Dongdang di Tandon Ciater

Material batu alam dipilih karena lebih tahan lama dibanding keramik yang mudah pecah. Lebar trotoar bervariasi antara tiga hingga empat meter sepanjang jalur tersebut.

Proyek ini ditargetkan menciptakan ruang publik fungsional yang bertahan jangka panjang. “Trotoar ini milik bersama. Mari kita jaga kebersihan dan fasilitas yang tersedia,” ujar Saflinawati.

Sebelumnya, informasi awal yang simpang siur memicu kritik warga terkait transparansi proyek.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini