Leony Vitria Usulkan Tema Baru, Sambut Undangan Benyamin Davnie

Syahrul Munir - 25 September 2025

Leony Vitria
Mantan penyanyi cilik Leony Vitria Hartanti (Instagram Leony)

Leony Vitria Hartanti mengusulkan tema baru menyambut undangan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam dialog terbuka

Aktual Tangerang – Mantan penyanyi cilik Leony Vitria Hartanti menyambut undangan dialog secara terbuka Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Dalam Instagram pribadinya Leony mengusulkan dua tema dalam dialog terbuka nanti. Dua tema ini lebih penting daripada membahas anggaran tahun 2024 yang telah lewat.

Setidaknya Leony membocorkan dua tema yang banyak ditunggu masyarakat, yakni soal sampah dan jalan. “Ada beberapa hal lebih penting  bagi saya dan masyarakat Tangsel terkait sampah, jalanan dan yang lainnya,” ujar Leony.

Leony juga mengucapkan terima kasih atas undangan dialog itu, hanya saja dia meminta agar kesempatan itu bukan hanya tertuju pada dirinya semata. 

“Terima kasih sekali, saya terima undangannya. Tapi yang lebih penting, Pak, bukan cuma ke saya saja ya, tapi ke seluruh masyarakat Tangsel,” ujarnya. 

Baca Juga :  Hari Maritim Sedunia 2025: Jangan Sia-siakan Potensi Laut Banten

Masukan yang Konstruktif

Sebelumnya, Benyamin Davnie menyampaikan tidak akan melaporkan ke ranah hukum soal kritik dari Leony. Baginya, kritikan tersebut sebagai bentuk masukan yang konstruktif untuk pemerintah daerah.

“Enggak akan melaporkan. Saya hanya ingin menjelaskan saja. Mudah-mudahan semuanya clear,” kata Benyamin di Rumah Dinas Wali Kota Tangsel, Serpong, Selasa (23/9/2025).

Ia menyebut tak perlu memperdebatkan unggahan Leony. Pihaknya justru membuka peluang untuk menjelaskan langsung jika diperlukan.

“Tergantung kebutuhan. Kalau beliau butuh penjelasan, kami siap jelaskan. Tapi kalau enggak, ya bagaimana lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pendaftaran Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las Gratis

Menurut Benyamin, kritik tersebut menjadi pengingat agar komunikasi pemerintah kepada publik bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

“Jadi bahan koreksi soal pelayanan publik kita. Ke depan, bahasanya jangan terlalu kaku, jangan bahasa birokrasi,” pungkasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini