Hari Maritim Sedunia 2025: Jangan Sia-siakan Potensi Laut Banten

Adi Subchan - 25 September 2025

Gubernur Banten Andra Soni berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Selasa (23/9/2025). (Foto: Istimewa)
Gubernur Banten Andra Soni berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Selasa (23/9/2025). (Foto: Istimewa)

Hari Maritim Sedunia 2025 bertema “Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity” diperingati tanggal 25 September. Di Banten, Gubernur Andra Soni berdialog dengan nelayan.

Aktual Tangerang – Hari Maritim Sedunia atau World Maritime Day diperingati setiap 25 September. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity” atau “Laut Kita, Tanggung Jawab Kita, Peluang Kita.”

Tema tersebut menegaskan peran penting laut dalam menopang kehidupan, penghidupan, hingga perekonomian dunia. Laut menyediakan separuh oksigen yang kita hirup, menjadi sumber pangan bagi miliaran orang, mengatur iklim, dan menopang lebih dari 80 persen perdagangan global melalui jalur pelayaran.

Namun, lautan kini menghadapi ancaman serius seperti polusi, eksploitasi berlebihan, dan dampak perubahan iklim. Karena itu, perlindungan laut menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan bumi.

Industri pelayaran sebagai sektor terbesar di ruang laut berperan penting menjaga perdagangan global sekaligus kelestarian ekosistem. Kolaborasi dengan sektor pariwisata, perikanan, dan penelitian kelautan menjadi kunci pengelolaan laut berkelanjutan.

Peringatan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya SDG 14: Kehidupan di Bawah Air, serta SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan).

Rangkaian acara Hari Maritim Sedunia 2025 dijadwalkan berlangsung di Uni Emirat Arab.

Potensi Perikanan Banten

Provinsi Banten memiliki potensi kelautan besar dengan garis pantai sepanjang 945 kilometer. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya demi kesejahteraan nelayan.

Hal ini disampaikan dalam Dialog Gubernur Banten dengan Nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Selasa (23/9).

Acara bertema “Menuju Sektor Perikanan Tangkap yang Maju dan Berdaya Saing” itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Wali Kota Serang Budi Rustandi, OPD Pemprov Banten, KSOP Karangantu, PPN Karangantu, Satwas PSDKP KKP, DPD HNSI, hingga perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Baca Juga :  Percaya Nggak? DPRD Kota Tangerang Belum Punya Kantor Sendiri

Dalam dialog, nelayan menyampaikan sejumlah masalah, di antaranya pendangkalan di banyak lokasi pendaratan ikan, sulitnya akses BBM bersubsidi, hingga jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

Menanggapi hal ini, Andra Soni menyebut sebagian kewenangan penanganan pendangkalan sungai ada pada pemerintah pusat. Ia juga menyambut baik rencana BBWS C3 yang akan menormalisasi Sungai Cibanten dan Pelabuhan Karangantu pada 2026, serta program BBWS C2 di Pelabuhan Perikanan Cituis, Tangerang.

Selain infrastruktur, nelayan juga meminta perhatian soal pendidikan serta pengelolaan Pelabuhan Perikanan Binuangeun, Lebak.

“Mohon doa dan dukungannya agar aspirasi ini ditindaklanjuti komprehensif demi kesejahteraan nelayan,” kata Andra.

Ketua DPD HNSI Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, optimistis kesejahteraan nelayan akan meningkat.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan kesiapannya bekerja sama dengan semua pihak demi kemajuan sektor perikanan.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini