Aktual Tangerang – Kepergian A (14), siswa berprestasi SMPN 34 Kota Tangerang, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman sekolahnya. Ia meninggal dunia setelah insiden pengejaran oleh kelompok pelajar bersenjata tajam di Jalan Sutera Utama, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026).
A tewas bersama W (15), yang juga merupakan siswa SMPN 34 Kota Tangerang. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang ditumpangi mengalami kecelakaan saat dikejar kelompok tersebut.
Di sekolah, A dikenal sebagai siswa cerdas yang kerap meraih juara kelas. Ia juga dikenal ramah, mudah bergaul, dan senang membantu teman-temannya memahami pelajaran.
Salah seorang teman sekelas A di kelas 9B, Citra Della Safira, mengenang almarhum sebagai sosok yang menonjol dalam bidang akademik. Menurut siswi berusia 15 tahun itu, A terutama unggul dalam mata pelajaran Matematika.
“A merupakan sosok yang sangat pintar di kelas dia selalu meraih juara dan jago mengerjakan pelajaran matematika,” ujar Citra, Selasa (13/10/2026).
Juara Kelas yang Selalu Bersaing Sehat
Bagi Citra, A bukan sekadar teman sekelas, melainkan juga rival dalam meraih prestasi akademik. Keduanya kerap bergantian menempati peringkat pertama dan kedua di kelas.
Persaingan tersebut berlangsung sehat dan diwarnai candaan khas remaja. Mereka tidak pernah berselisih meski sama-sama berusaha meraih nilai terbaik.
“Aku sama dia selalu saingan juara kelas, kalau misalnya aku rangking dua, dia rangking satu, kalau aku rangking satu, dia yang rangking dua dan terakhir waktu kelas 8 mau naik ke kelas 9, dia yang berhasil dapat rangking satu,” sambungnya.
Citra mengatakan, A memiliki kemampuan Matematika yang menonjol. Almarhum bahkan sering memahami materi sebelum guru menjelaskannya secara terperinci di kelas.
Kebiasaan mereka saling meledek soal peringkat justru membuat hubungan keduanya semakin akrab.
“Kami setiap tahun selalu saing-saingan, tapi nggak pernah berantem, cuma bercanda kayak ‘masa kamu rangking dua sih, masa kamu di bawah aku sih’, gitu-gitu karena kami selalu bersaing di dua besar,” paparnya.
Kenangan Terakhir Sebelum Tragedi
Citra masih mengingat pertemuan terakhirnya dengan A pada Kamis (8/10/2026). Saat itu, keduanya hanya sempat bertegur sapa di sekolah.
Mereka sedang fokus belajar untuk menghadapi ujian coba (try out). Karena itu, keduanya tidak sempat berbincang panjang ataupun bercanda seperti biasanya.
Citra tidak menyangka sapaan singkat tersebut menjadi interaksi terakhirnya dengan sang sahabat.
“Kalau aku terakhir ketemu dia hari Kamis waktu itu cuma sekadar ketemu saja, kita nggak ada bercanda dan nggak banyak ngomong karena lagi momen belajar menjelang try out,” kata dia dengan haru.
Kepergian A secara mendadak meninggalkan kesedihan bagi teman-teman sekelasnya. Mereka kehilangan sahabat sekaligus sosok yang selama ini memotivasi teman-temannya untuk berprestasi.
Sabar dan Sering Mengajari Teman
Kenangan tentang kebaikan A juga disampaikan teman dekatnya, Azahra Dwi Putri Haris. Ia mengenang A sebagai sosok yang sabar membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran.
Azahra mengatakan, A kerap membantunya belajar Matematika di kelas. Almarhum tidak segan menjelaskan materi secara perlahan hingga temannya memahami cara mengerjakan soal.
“Almarhum itu orangnya baik banget, MasyaAllah, dia selalu ngajarin aku pelajaran di kelas setiap hari, kalau aku nggak bisa Matematika, dia selalu sabar menerangkan pelan-pelan sambil ngajarin cara mengerjakannya,” lanjut dia.
Bagi Azahra dan teman-teman lainnya, A bukan hanya siswa cerdas. Ia juga dikenal sabar, ramah, dan mudah menjalin pertemanan.
Lingkaran pertemanannya luas, baik di dalam maupun di luar kelas. Sejak pertama masuk sekolah, A dikenal aktif bergaul dengan siswa dari berbagai tingkatan.
“Korban itu temannya banyak banget mau di dalam atau luar kelas, dia suka main sama siapa saja, mudah bergaul dan suka menghibur, kayak nggak ada capeknya,” tutur gadis berusia 14 tahun itu.
Kenangan para sahabat menggambarkan A sebagai siswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa semangat bagi lingkungan sekolahnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi teman-teman yang selama ini tumbuh dan belajar bersamanya. (*)





Leave a Reply