Viral! Sudah Sebulan Pria Tidur di Got Pasar Serpong

Adi Subchan - 14 October 2026

Seorang pria ditemukan tidur di got Pasar Serpong, Tangerang Selatan. Dinas Sosial mengungkap hasil pemeriksaan awal dan menjelaskan upaya penanganan warga telantar tersebut. (FOTO: Tribun Banten)
Seorang pria ditemukan tidur di got Pasar Serpong, Tangerang Selatan. Dinas Sosial mengungkap hasil pemeriksaan awal dan menjelaskan upaya penanganan warga telantar tersebut. (FOTO: Tribun Banten)

Aktual Tangerang – Seorang pria bernama Faisal ditemukan tidur di dalam got kawasan Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam kondisi memprihatinkan.

Keberadaan pria tersebut menjadi perhatian warga setelah videonya beredar di media sosial pada Selasa (13/10/2026).

Dalam video tersebut, Faisal terlihat terbaring di dalam got dengan alas karung dan barang-barang bekas.

Ia mengenakan kaus cokelat kemerahan yang tampak kotor, celana panjang gelap bernoda lumpur, serta sepatu kotor. Tubuhnya berada di atas tanah berlumpur di dasar got, di antara tumpukan sampah plastik dan karung.

Kondisi lingkungan di sekitarnya juga tampak kumuh, dengan sampah berserakan dan genangan air.

Dalam narasi video yang beredar, Faisal disebut telah tidur di got tersebut selama satu bulan.

Ia sempat diduga mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, saat diajak berbicara, Faisal disebut masih mampu merespons pertanyaan.

Ia mengaku bernama Faisal, berasal dari Cirebon. Namun, ia dikabarkan hanya mengingat informasi tersebut.

Baca Juga :  Alwani Terpilih Jadi Ketua Dekopinda Tangsel Secara Aklamasi

Kondisi Faisal kemudian dilaporkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan untuk mendapatkan penanganan.

Warga khawatir lingkungan tempatnya beristirahat dapat membahayakan kesehatan pria tersebut.

Dinsos Tangsel Sebut Diduga Gelandangan

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tangsel, Carsono, mengatakan pihaknya telah mengirim tim Unit Reaksi Cepat (URC) ke lokasi.

Petugas diterjunkan untuk memantau kondisi Faisal dan memberikan penanganan awal.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Faisal diduga bukan ODGJ, melainkan gelandangan yang masih dapat diajak berkomunikasi.

“Setelah mendapat laporan, sudah langsung kita tangani oleh tim Unit Reaksi Cepat. Sebenarnya bukan ODGJ, ternyata sepertinya gelandangan,” kata Carsono, Rabu (14/10/2026).

Carsono menjelaskan, petugas sempat berupaya membawa Faisal untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, pria tersebut melarikan diri saat berjalan menuju mobil petugas. Ia diduga menyadari akan dibawa petugas berseragam sehingga memilih melarikan diri.

“Sudah ditanya-tanya, sudah bisa jawab semua. Jadi orang sadar itu sebenarnya, bukan ODGJ,” ujarnya.

Baca Juga :  Ikuti Jejak Dolar AS, Harga Pangan di Tangsel Naik

Carsono menambahkan, tim Dinsos belum berhasil membawa Faisal ke rumah singgah karena pria tersebut menolak dan melarikan diri.

“Mungkin awalnya dia baru bangun tidur jadi belum terlalu sadar, tapi setelah pas mau kita bawa naik ke mobil sepertinya dia mulai sadar terus kabur,” jelas Carsono.

Prosedur Penanganan Warga Telantar

Carsono menjelaskan, Dinsos Tangsel umumnya menerima warga telantar yang lebih dahulu dijangkau Satpol PP atau petugas kewilayahan.

Setelah tiba di rumah singgah, warga telantar akan mendapatkan penanganan awal sesuai kebutuhannya.

Penanganan tersebut meliputi membersihkan diri, mencukur rambut jika diperlukan, mengganti pakaian, hingga memperoleh makanan.

“Jadi kita itu biasanya hanya menerima saja tidak jemput bola, jadi ketika ada hal seperti itu kita tangani di rumah singgah untuk dibersihkan dan kita rawat dengan layak,” katanya.

Carsono mengatakan, petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) jika warga telantar tidak memiliki identitas.

Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan biometrik untuk mengetahui identitas dan asal wilayah warga tersebut.

“Kalau tidak ada identitasnya, kita bawa ke Dukcapil, di-biometrik untuk mengetahui identitasnya. Kalau ternyata dari identitas itu berasal dari wilayah Tangsel, kita panggil keluarganya,” jelas Carsono.

Setelah identitas dan keluarga diketahui, Dinsos dapat memfasilitasi pemulangan warga tersebut kepada keluarganya.

Carsono berharap warga telantar yang ditemukan di Tangsel mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, mereka tidak terus berada dalam kondisi yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan temuan warga telantar kepada petugas kewilayahan atau Satpol PP.

“Jadi kalau ada hal seperti itu sebaiknya langsung laporkan ke petugas kewilayahan atau ke Satpol PP biar diantarkan ke kita,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini