Pemerintah akan menguji pembatasan pembelian BBM subsidi bagi kelompok Desil 10. Kebijakan ini ditujukan agar subsidi lebih tepat sasaran.
Aktual Tangerang – Pemerintah segera menguji pembatasan pembelian BBM subsidi bagi masyarakat dalam kelompok Desil 10.
Kebijakan tersebut bertujuan memastikan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
Pemerintah ingin subsidi energi diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami akan coba berapa bulan ke depan, Desil 10 kami batasi,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (20/8/2026).
Menurut Purbaya, pembatasan tersebut bukan berarti pemerintah memperketat penyaluran subsidi secara keseluruhan. Kebijakan itu diarahkan untuk mencegah subsidi dinikmati kelompok yang dinilai tidak berhak.
“Enggak, enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti supaya tepat sasaran,” kata Purbaya.
Selain meningkatkan ketepatan sasaran, kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran negara. Namun, pemerintah masih menghitung potensi penghematan dari pembatasan BBM subsidi tersebut.
“Nanti ada penghematan, kami masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah,” tutur Purbaya.
Pemerintah sebelumnya mengalokasikan subsidi energi dalam RAPBN 2027 sebesar Rp272,95 triliun.
Jika mengacu sepersepuluh dari anggaran tersebut, potensi penghematannya sekitar Rp27,3 triliun.
Namun, angka tersebut belum menjadi proyeksi penghematan final pemerintah. Perhitungan masih dilakukan sebelum kebijakan pembatasan tersebut diterapkan secara teknis.
“Nanti ada penghematan tapi kami masih hitung. Kira-kira ya sepersepuluhnya kalau saya enggak salah. Ambil flat-nya sepersepuluh,” kata Purbaya. (*)











Leave a Reply