Paramount Land segera mengoperasikan enam gerbang tol baru di KM 25 Jakarta-Tangerang untuk meningkatkan konektivitas menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Aktual Tangerang – Paramount Land segera mengoperasikan enam gerbang tol baru yang terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Tangerang KM 25. Akses tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Direktur Project Management Paramount Land, Cok Putra Tri Utama, mengatakan enam gerbang itu melayani dua arah perjalanan. Tiga gerbang melayani arus Jakarta menuju Tangerang. Tiga gerbang lainnya melayani perjalanan menuju Jakarta.
“Secara jadwal akses tol ini akan mulai beroperasi dan segera diresmikan dalam waktu dekat untuk masyarakat,” ujar Putra, Selasa (28/7/2026).
Putra menjelaskan pembangunan akses tol telah selesai seluruhnya. Saat ini proyek memasuki tahapan Pra Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO).
Pra ULF merupakan pemeriksaan awal untuk mendeteksi kekurangan sebelum pengujian resmi. Tahapan itu juga menjadi evaluasi mandiri pengembang sebelum operasional.
Setelah seluruh prosedur selesai, sertifikat kelayakan akan diterbitkan. Selanjutnya dilakukan uji coba dan evaluasi bersama para pemangku kepentingan.
Akses tol baru tersebut terhubung dengan Jalan Boulevard Sakura sepanjang sekitar empat kilometer. Jalur itu mempermudah perjalanan menuju sejumlah kawasan strategis, termasuk Bandara Soekarno-Hatta.
“Pembangunan gerbang dan akses tol ini terhubung dengan jembatan layang berstruktur baja kotak bentang menerus dengan lengkung ganda pertama yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
“Kami memastikan seluruh proses konstruksi dan persiapan operasional memenuhi standar keamanan sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” lanjut Putra.
Selain membangun akses tol, Paramount Land mengembangkan kawasan kota mandiri. Pengembangan meliputi hunian, area komersial, rumah sakit, kawasan kuliner, hingga pasar modern.
Direktur Planning and Design Paramount Land, Henry Napitupulu, mengatakan pola pertumbuhan masyarakat kini bergeser ke kawasan penyangga kota.
Menurutnya, tren tersebut mendorong kebutuhan kota mandiri dengan fasilitas lengkap. Konsep itu mengintegrasikan hunian, pendidikan, kesehatan, dan ruang publik.
“Berdasarkan laporan Cushman dan Wakefield, Tangerang menyumbang sekitar 55 persen dari total pasokan residensial baru di Jabodetabek dan Karawang pada semester dua tahun 2025 lalu,” kata Henry.
Ia menilai akses tol menjadi faktor penting dalam pengembangan kota mandiri modern. Kemudahan konektivitas menjadi daya tarik utama bagi masyarakat urban.
“Sehingga akses tol strategis menjadi salah satu keunggulan paling penting bagi kota mandiri masa kini karena menjadi favorit masyarakat urban,” ujarnya.
Henry menambahkan tingginya permintaan hunian di koridor barat Jakarta mendorong peningkatan konektivitas kawasan. Infrastruktur transportasi dinilai mempercepat mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuni.
“Kami merancang hunian yang nyaman ditinggali dan memiliki nilai lebih untuk masa depan serta meningkatkan nilai investasi dengan didukung suasana tenang dan sistem keamanan yang terjaga,” tutupnya. (*)











Leave a Reply