Kemendagri Sebut Kota Tangerang Terbaik Kendalikan Inflasi

Adi Subchan - 29 April 2026

Harga cabai, bawang, tomat, hingga sayuran di Pasar Serpong Tangsel naik dalam dua hari terakhir. Pedagang menyebut penguatan dolar AS merpengaruhi. (Foto: Kompas.com/Ilustrasi)
Harga cabai, bawang, tomat, hingga sayuran di Pasar Serpong Tangsel naik dalam dua hari terakhir. Pedagang menyebut penguatan dolar AS merpengaruhi. (Foto: Kompas.com/Ilustrasi)

Kemendagri menilai Kota Tangerang masuk 12 daerah terbaik dalam pengendalian inflasi dengan capaian 3,01 persen.

Aktual Tangerang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut Kota Tangerang masuk daerah berprestasi dalam pengendalian inflasi.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw menyebut Tangerang termasuk 12 daerah terbaik.

“Kota Tangerang dinilai aktif dan konsisten dalam pengendalian inflasi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan inflasi masih terjadi di sejumlah wilayah. Namun, langkah konkret pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif.

Menurutnya, keberhasilan dipengaruhi sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Daerah harus cepat menjaga pasokan dan distribusi tetap lancar,” katanya.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemkab Tangerang Luncurkan Program GASPOL

Tomsi menegaskan pentingnya pemantauan harga secara rutin. Selain itu, diperlukan intervensi pasar dan kerja sama antar daerah.

“Pengendalian inflasi bertujuan menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan komitmen pemerintah daerah. Pemkot Tangerang menjalankan berbagai langkah konkret di lapangan.

“Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi prioritas utama,” kata Sachrudin.

Upaya dilakukan melalui operasi pasar murah dan inspeksi ke distributor.

Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas. Langkah tersebut untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Pemkot turut mengembangkan program ketahanan pangan melalui penanaman. Bantuan juga disalurkan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga.

Baca Juga :  Pemprov Banten Luncurkan Tarif Rp1 Bus Wisata ke Baduy

Dukungan transportasi diberikan untuk memperlancar distribusi barang. Sistem pemantauan harga berbasis digital juga diperkuat melalui TPID.

Langkah ini mempercepat respons kebijakan terhadap fluktuasi harga.

Data Maret 2026 menunjukkan inflasi Kota Tangerang sebesar 3,01 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding Banten dan nasional. Komoditas transportasi, pangan, dan energi masih memicu inflasi.

Pemkot memastikan pengendalian inflasi terus diperkuat ke depan.

“Kami ingin manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini