Pajak Restoran Jadi Penyumbang Terbesar PAD Pariwisata Tangerang

Adi Subchan - 17 April 2026

Pemkab Tangerang keluarkan SE pembatasan jam operasional THM, restoran, dan kafe agar Ramadan berjalan aman dan tertib. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Pemkab Tangerang keluarkan SE pembatasan jam operasional THM, restoran, dan kafe agar Ramadan berjalan aman dan tertib. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Pajak restoran menjadi penyumbang terbesar PAD pariwisata Kota Tangerang 2025 yang mencapai Rp528 miliar.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyebut pajak restoran menjadi penyumbang terbesar PAD sektor pariwisata.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengatakan realisasi PAD pariwisata 2025 mencapai Rp528 miliar. Rinciannya, Rp80 miliar dari hotel, Rp425 miliar dari restoran, dan Rp22 miliar dari hiburan.

“Kontributor terbesar tetap dari restoran, baik pada 2024 maupun 2025,” kata Boyke di Tangerang, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan PAD pariwisata 2024 tercatat sebesar Rp470 miliar. Menurut dia, kenaikan PAD sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Peningkatan ini didorong lonjakan jumlah wisatawan ke Kota Tangerang,” ujarnya.

Boyke mencatat total wisatawan 2025 mencapai 13,9 juta orang. Jumlah itu terdiri dari 1,5 juta wisatawan nusantara dan 311 ribu wisatawan mancanegara. Sebanyak 12,1 juta lainnya merupakan pengunjung objek wisata lokal.

Baca Juga :  122 Ribu UMKM Tangerang Sudah Kantongi NIB

Ia menilai berbagai program dan event menjadi faktor pendorong peningkatan kunjungan wisata.

“Program dan acara terbukti mampu menarik minat wisatawan datang ke Tangerang,” katanya.

Pemkot Tangerang, lanjut dia, akan mengoptimalkan pengelolaan destinasi wisata. Selain itu, promosi wisata akan diperkuat secara terarah dan berkelanjutan.

“PAD ini juga digunakan untuk mendukung pembangunan kota,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan aksesibilitas menjadi faktor penting pengembangan pariwisata. Ia menyebut infrastruktur pariwisata di Tangerang cukup memadai.

Saat ini tersedia lebih dari 103 hotel dan apartemen. Selain itu, terdapat lebih dari 1.885 restoran, kafe, dan usaha kuliner.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pengembangan pariwisata. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan wisata alam dan pengelolaan destinasi.

Baca Juga :  Hotel di Cipondoh Diduga Jadi Sarang Prostitusi Terselubung

Selain itu, terdapat kendala anggaran dan kualitas penyelenggaraan pariwisata. “Kita harus menjawab tantangan ini dengan inovasi,” kata Sachrudin.

Ia menekankan pengembangan destinasi buatan dan peningkatan kualitas event. Kolaborasi dengan pelaku industri kreatif juga dinilai penting.

Ke depan, Pemkot akan memperkuat promosi wisata berbasis digital. Kerja sama dengan berbagai pihak juga akan diperluas.

“Pariwisata akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia optimistis sektor ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini