Dugaan prostitusi terselubung di hotel Cipondoh mencuat setelah petugas menawarkan transaksi langsung, lokasi sebelumnya pernah digerebek.
Aktual Tangerang – Sebuah hotel di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, diduga menjadi sarang prostitusi terselubung. Petugas keamanan hotel menawarkan kepada calon tamu.
Dalam percakapan, petugas keamanan itu menyarankan tamu datang langsung ke lokasi. Ia tidak merekomendasikan penggunaan aplikasi daring.
“Datang saja ke sini, tidak perlu pakai aplikasi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Petugas tersebut mengarahkan tamu ke area parkiran hotel. Ia menyebut aktivitas berlangsung pada malam hari.
“Nongkrong saja di sini, biasanya habis Isya sudah ada,” katanya.
Ia juga mengaku tarif layanan dibicarakan langsung di lokasi. Harga disebut bervariasi tergantung kesepakatan.
“Harga nanti diobrolin saja, tergantung kesepakatan,” ujarnya.
Menurutnya, para perempuan tersebut hanya tersedia malam hari. Pada siang hari, mereka disebut memiliki aktivitas lain. “Kalau siang mereka kerja, adanya malam saja,” katanya.
Kondisi ini menimbulkan sorotan terhadap pengawasan internal penginapan. Diduga ada keterlibatan oknum dalam aktivitas ilegal tersebut.
Pernah Digerebek Satpol PP
Sebelumnya, aparat Satpol PP Kota Tangerang menggerebek lokasi serupa. Penggerebekan dilakukan di kawasan Kampung Pulo, Cipondoh.
Operasi melibatkan unsur TNI dan Polri pada Juli 2025. Petugas menemukan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di lokasi.
Sedikitnya 12 perempuan di bawah umur diamankan saat razia. Mereka diduga terlibat praktik prostitusi online.
Ketua RW 04 Kampung Pulo, Sujai, menyampaikan keresahan warga. Ia menyebut lokasi tersebut telah berubah fungsi.
“Awalnya mes pramugari, sekarang jadi penginapan yang meresahkan,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas di lokasi mengganggu lingkungan sekitar. Warga telah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut.
“Kami sudah sering melapor, tempat ini diduga jadi lokasi prostitusi,” katanya.
Ia juga mendesak pemerintah menutup tempat tersebut secara permanen. Pasalnya, razia sudah dilakukan lebih dari satu kali.
“Ini sudah kedua kali dirazia, kami minta segera ditutup,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan. Manajemen hotel dan Satpol PP belum merespons konfirmasi. ***








Leave a Reply