Harga Kedelai Naik, Ukuran Tempe di Tangsel Mengecil

Adi Subchan - 10 April 2026

Perajin tempe di Tangerang Selatan mengecilkan ukuran akibat kenaikan harga kedelai dan plastik hingga 50 persen. (Foto: Int/Ilustrasi)
Perajin tempe di Tangerang Selatan mengecilkan ukuran akibat kenaikan harga kedelai dan plastik hingga 50 persen. (Foto: Int/Ilustrasi)

Perajin tempe di Tangerang Selatan mengecilkan ukuran akibat kenaikan harga kedelai dan plastik hingga 50 persen.

Aktual Tangerang – Kenaikan harga bahan baku mulai dirasakan perajin tempe di Tangerang Selatan (Tangsel). Kedelai dan plastik menjadi komponen utama yang mengalami lonjakan harga.

Perajin tempe, Sutoyo, menyebut harga kedelai meningkat signifikan.

“Dulu sekitar Rp900 ribu per kuintal, sekarang lebih dari Rp1,1 juta,” kata Sutoyo, Jumat (10/4/2026).

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi. Harga kedelai per kilogram kini menembus lebih dari Rp11.000. Sebelumnya, harga kedelai berada di kisaran Rp9.000 per kilogram.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, perajin mengurangi ukuran tempe.

“Kalau harga dinaikkan, kami khawatir kehilangan pelanggan,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Plastik Naik 70 Persen, Pedagang Tangerang Tertekan

Ia menyebut ukuran tempe kini diperkecil dari 8 ons menjadi sekitar 7–8 ons.

Selain kedelai, harga plastik juga mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga plastik mencapai sekitar 50 persen.

“Biasanya Rp40 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp60 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, plastik merupakan komponen penting dalam produksi tempe. Kenaikan harga plastik membuat keuntungan semakin menipis.

Sutoyo mengaku sempat menerima keluhan dari pelanggan. Sebagian pelanggan mempertanyakan ukuran tempe yang mengecil.

“Awalnya ada yang protes, tapi setelah dijelaskan mereka mulai paham,” katanya.

Ia menyebut kondisi ini sudah terjadi dalam dua minggu terakhir. Situasi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan bagi keberlangsungan usaha.

Sutoyo menduga kenaikan harga dipicu faktor global. “Diduga karena konflik Timur Tengah, banyak harga ikut naik,” ujarnya.

Baca Juga :  "Crazy Rich Bandung" Doni Salmanan Bebas Bersyarat

Ia berharap harga bahan baku dapat kembali stabil. “Harapannya kedelai bisa turun ke Rp900 ribu per kuintal,” katanya.

Ia juga berharap harga plastik kembali normal. Menurutnya, kenaikan harga saat ini sangat memberatkan perajin.

“Kalau terus tinggi, kami harus terus mencari cara bertahan,” pungkasnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini