Inflasi Kota Tangerang naik menjadi 4,64 persen pada Ramadan 2026. Kenaikan dipicu harga pangan seperti bayam dan bawang merah.
Aktual Tangerang – Indeks inflasi di Kota Tangerang meningkat hingga 4,64 persen pada pertengahan Ramadan 1447 Hijriah.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyebut kenaikan dipicu harga pangan.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan sejak Februari 2026.
“Cuaca dan meningkatnya permintaan selama Ramadan serta Imlek memengaruhi harga pangan,” kata Ruta, Kamis (5/3/2026).
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang menunjukkan tren kenaikan inflasi sejak akhir 2025.
Inflasi tercatat 2,55 persen pada Desember 2025. Angka tersebut naik menjadi 3,52 persen pada Januari 2026. Kemudian meningkat lagi menjadi 4,64 persen pada Februari 2026.
Ruta mengatakan data terbaru menunjukkan tekanan inflasi masih berlangsung selama Ramadan.
“Kami menerima data resmi BPS. Inflasi Kota Tangerang mencapai 4,64 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indeks Harga Konsumen saat ini berada di angka 109,47.
Beberapa komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi. Harga bayam meningkat hingga 70,76 persen. Dan bawang merah naik 19,61 persen. Daging ayam ras juga mengalami kenaikan 5,28 persen.
Selain pangan, emas perhiasan turut menyumbang inflasi sebesar 5,22 persen.bNamun, Ruta menyebut inflasi Kota Tangerang masih lebih rendah dibanding daerah lain di Provinsi Banten.
Ia menyebut rata-rata inflasi di Banten mencapai sekitar 5,7 persen. “Inflasi Kota Tangerang masih paling rendah dibanding tujuh kabupaten dan kota di Banten,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan stabilitas harga relatif terjaga. Pemkot Tangerang kini menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi. Langkah itu dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Pemkot juga melakukan pemantauan harga pangan di berbagai pasar. Selain itu, program Gampang Sembako Ramadan juga digencarkan di seluruh kecamatan.
Pemkot juga meluncurkan layanan Bentor Pangan Bang Sama. Program tersebut menjadi bagian dari program Gampang Sembako.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan layanan ini mendekatkan sembako ke masyarakat.
“Bentor pangan hadir langsung di lingkungan warga dengan harga lebih terjangkau,” kata Muhdorun.
Melalui layanan tersebut, warga dapat membeli kebutuhan pokok di bawah harga pasar. Program ini difokuskan pada penyediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Pemkot bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan stok beras. Pada tahap awal, tiga unit Bentor Bang Sama disiapkan.
Layanan itu melayani wilayah Tangerang Timur, Tangerang Tengah, dan Tangerang Barat.
Muhdorun menjelaskan bentor pangan akan beroperasi secara keliling. Jadwal layanan disusun bersama pemerintah kelurahan setempat.
“Komoditas utama saat ini beras. Ke depan akan ditambah gula dan minyak goreng,” jelasnya. ***











Leave a Reply