“Bisikan” Bulan Syaban

Adi Subchan - 02 February 2026

Survei Pew Research Center menyebut Indonesia sebagai negara paling rajin berdoa, namun muncul sorotan soal paradoks religiusitas dan kedisiplinan sosial. (Foto: Int/Ilustrasi)
Survei Pew Research Center menyebut Indonesia sebagai negara paling rajin berdoa, namun muncul sorotan soal paradoks religiusitas dan kedisiplinan sosial. (Foto: Int/Ilustrasi)

Yang engkau tanam di bulan Rajab, di Syaban ini terus sirami dan nanti Ramadhan engkau akan panen raya amalan. Maka terus sirami kebun taqwa di hatimu.

Aktual Tangerang – Mentadabburi Surah Al Fatihah, surah pembuka Alquran, kita diajarkan untuk meminta kepada Allah SWT. Kepada-Nya kita meminta diberi petunjuk dan bimbingan agar senantiasa berada di jalan yang lurus.

Menyelami surah An Naas, surah terakhir dalam urutan mushaf Alquran. Kita diperintahkan untuk meminta perlindungan kepada Allah; Rabbinnaas, Malikinnaas, Ilahinnaas, dari bisikan jahat, alkhonnaas dari bangsa jin dan manusia.

Pesan di awal, agar minta petunjuk, mintalah selalu dibimbing. Pesan di akhir, waspadai dan mintalah dilindungi dari bisikan buruk, bisikan jahat.

Semoga kita senantiasa ada di jalan kebenaran dan terjaga dari segala bisikan jahat.

Jika ada bisikan jahat, maka ada bisikan baik.

Yang berbahaya dari bisikan jahat itu, bukan hanya berbisik di telinga, namun sampai dan mempengarui yang ada di balik dada. Dialah Qolbu.

Baca Juga :  Niat Puasa Qadha Ramadan dan Waktu Pelaksanaannya

Bisikan dan ajakan baik pun jika hanya sampai di telinga, tidak sampai ke hati, maka tidak memberi pengaruh baik.
Banyak tanda yang terlihat, tak bersuara tapi kuat bisikannya.

Ada banyak ayat-ayat Allah yang ditebar di alam raya ini, namun mereka yang tidak membuka diri, hanya berpaling dan tidak mendapatkan pelajaran.

Merah – Kuning – Hijau di jalur lalu lintas kita juga berbisik. Stop – Hati-hati – Jalan!

Maka beri akses kepada bisikan baik itu sampai ke dalam dada. Jangan biarkan ada kemacetan di jalur ini, baik via mata atau telinga.

Bulan Syaban juga “berbisik”. Dengarkan dan simaklah Bisikan Sang Syaban ini;

Bisikan Pertama

Jangan lupakan aku, walau aku tak sedahsyat yang hadir sebelumku (Rajab) dan tak semulia sesudahku (Ramadhan). Yang engkau tanam di bulan Rajab, di Syaban ini terus sirami dan nanti Ramadhan engkau akan panen raya amalan. Maka terus sirami kebun taqwa di hatimu.

Bisikan Kedua

Di waktuku ini, semua amalanmu sedang dinaikkan, diangkat menuju Rabbul ‘alamiin. Maka perbagus amalmu. Rasakan adanya pengawasan langit. Jadilah cerdas, yang berkarya di bumi, berorentasi akherat.
Bisikan ketiga

Baca Juga :  Awal Ramadan Versi Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari 2026

Perbagus hubunganmu dengan Allah Ta’ala. Jaga hak-Nya, jangan lagi ada kemusyrikan di antara kita dengan Rabb kita, jangan berpoligami dalam aqidahmu. Karena tepat di malam pertengahan Syaban, Allah akan mengampuni setiap hamba yang sedang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, dia jaga tauhidnya.

Bisikan Keempat

Percantik hubunganmu dengan manusia lain, apalagi kerabatmu, bahkan keluarga dekatmu. Mintalah maaf dan maafkanlah. Walau dirimu sedang tidak musyrik, ampunan di malam nishfu akan ditunda bagi seseorang yang sedang bertengkar dan belum berdamai.

Bisikan Kelima

Naikkan kualitas hubunganmu dengan Alquran, karena para ulama salafunashsholih menjuluki Syaban dengan Syahrul Qurra’ (bulan para pembaca Quran), sebelum tibanya Syahrul Quran (bulan Ramadhan).

Bisikan Keenam

Sambutlah Bulan Ramadhan, bulan mulia penuh berkah, samakan frekuensimu dengan Ramadhan.

Jika Ramadhan bulan berkah, kondisikan dirimu layak diberkahi. ***

Penulis: Ust Saat Mubarok LC

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini