“Penerbitan visa berada di tangan imigrasi. Itu bukan domain Kemenlu,” tambah Sugiono.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas menolak kehadiran atlet Israel di Ibu Kota.
“Sebagai gubernur, saya tidak mengizinkan atlet Israel bertanding di Jakarta dalam kondisi saat ini,” tegasnya.
Ia mendesak pemerintah serta panitia penyelenggara untuk mempertimbangkan kembali undangan kepada Israel.
Pramono juga meminta agar visa atlet Israel tidak diterbitkan demi menjaga ketenangan publik.
Menurutnya, kehadiran kontingen Israel tidak membawa manfaat dan bisa memicu reaksi negatif masyarakat.
Ia merujuk pada pidato Presiden Prabowo di PBB soal Gaza sebagai cerminan sikap resmi pemerintah Indonesia.
“Pidato Presiden Prabowo sudah jelas, tidak perlu diterjemahkan ulang,” ujarnya.
Penolakan juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyerukan penolakan atas kehadiran kontingen Israel.
Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menilai penolakan sejalan dengan konstitusi dan nilai kemanusiaan.











Leave a Reply