Penolakan terhadap Israel dalam konteks olahraga bukan hal baru dalam sejarah hubungan diplomatik Indonesia.
Pada 1958, Indonesia mundur dari kualifikasi Piala Dunia agar tak bertanding melawan Israel.
Langkah serupa diikuti oleh Turki dan Sudan, meski kini kedua negara telah menjalin hubungan resmi dengan Israel.
Indonesia sendiri hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan masih bersikap tidak terbuka.
Respons Pemerintah dan Tokoh Publik
Menteri Luar Negeri Sugiono menanggapi kabar keikutsertaan atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia 2025 di Jakarta. Menurutnya, penyelenggara kegiatan adalah Persatuan Senam Indonesia (Persani), bukan Kementerian Luar Negeri.
“Saya memantau, tapi acara ini diselenggarakan oleh Persani. Kita tunggu perkembangan selanjutnya,” kata Sugiono.
Terkait visa atlet Israel, Sugiono menegaskan hal itu menjadi kewenangan pihak imigrasi, bukan Kementerian Luar Negeri.
“Kemenlu tidak menerima permintaan izin masuk terkait hal ini,” ujarnya.
Keputusan menerima atau menolak kontingen Israel ditentukan oleh imigrasi dan penyelenggara, bukan kementeriannya.











Leave a Reply