NOC Kawal Investigasi Kasus Pelecehan Terhadap Atlet Panjat Tebing

Iskandar Noer - 05 March 2026

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mendukung langkah tegas Menpora Erick Thohir mengusut dugaan pelecehan terhadap atlet panjat tebing. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mendukung langkah tegas Menpora Erick Thohir mengusut dugaan pelecehan terhadap atlet panjat tebing. (Foto: Istimewa)

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mendukung langkah tegas Menpora Erick Thohir mengusut dugaan pelecehan terhadap atlet panjat tebing.

Aktual Tangerang – Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mendukung langkah tegas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Langkah tersebut terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di pelatnas panjat tebing.

Kasus itu kini dalam proses investigasi internal oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Menpora Erick Thohir mendorong penanganan objektif serta sanksi tegas jika pelaku terbukti bersalah.

Raja Sapta menilai kasus tersebut sebagai persoalan serius di dunia olahraga. Ia menegaskan pelatnas harus menjadi ruang aman bagi seluruh atlet.

Menurutnya, kekerasan, pelecehan seksual, dan intimidasi tidak boleh terjadi dalam lingkungan olahraga.

“Saya prihatin mendengar dugaan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing di pelatnas,” kata Raja Sapta.

“NOC Indonesia mendukung komitmen Menpora Erick Thohir mengusut kasus ini secara objektif,” sambungnya.

Baca Juga :  Renovasi Lapangan Basket di Aceh Tamiang, PERBASI-IBL Gelar Acara Lelang

Ia menegaskan proses investigasi harus berjalan transparan, profesional, dan berkeadilan.

Raja Sapta menilai keamanan atlet harus menjadi prioritas dalam pembinaan olahraga nasional. “Lingkungan pelatnas harus menjadi ruang aman bagi atlet berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, atlet harus merasa dihormati serta mendapat perlindungan penuh.

NOC Indonesia juga mengawal proses investigasi melalui Safeguarding Task Force. Langkah tersebut menjadi bagian komitmen perlindungan atlet di lingkungan olahraga nasional.

Program safeguarding mulai diterapkan NOC Indonesia sejak 2024. Program itu bertujuan menciptakan ekosistem olahraga yang aman dan inklusif. Selain itu, program tersebut mencegah kekerasan serta intimidasi terhadap atlet.

NOC Indonesia juga mengirim surat resmi kepada seluruh federasi nasional. Surat tersebut mendorong penerapan kebijakan safeguarding secara konsisten.

“Kami terus berkoordinasi dengan FPTI, Kemenpora, dan federasi olahraga,” kata Oktohari.

Baca Juga :  Dinkop UKM Tangsel Targetkan 2.000 Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM

Ia menegaskan tidak ada kompromi terhadap dugaan kekerasan seksual di olahraga. “Kasus ini menjadi pengingat penting memperkuat sistem pencegahan dan edukasi,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme pelaporan aman harus tersedia bagi atlet. NOC Indonesia berkomitmen mendukung langkah strategis pemerintah menciptakan olahraga berintegritas. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini