Aktual Coffee Morning, Prinsip Pagustas Juara dari Pemain Binaan

Syahrul Munir - 13 November 2025

Aktual Coffee Morning
Pemimpin Redaksi Aktual Tangerang (tengah) bersama Naman, pendiri Pagustas (paling kiri) berpose setelah bincang bola di program Aktual Coffee Morning, Selasa (11/11/2025). (FOTO: Aktual Tangerang)

Paguyuban Sekolah Sepakbola Tangerang Selatan (Pagustas) memegang prinsip dalam menjalankan pembinaan usia dini, dalam Aktual Coffee Morning

Aktual Tangerang – Setidaknya 15 tahun sudah aktivitas Pagustas dalam membina pemain sepakbola usia dini atau grassroots di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya, jadi pembuka bicara sepakbola dalam Aktual Coffee Morning. Konsisten dalam pembinaan siswa usia dini termasuk penyusunan jadwal turnamen.

Naman, salah satu pendiri Pagustas sekaligus pemilik SSB Putra Ralin FA bicara pada program Aktual Coffee Morning pada Selasa (11/11/2025) pagi. Lapangan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan menjadi lokasi bincang pagi itu.

BN, panggilan akrab Naman mengatakan Pagustas konsen terhadap pembinaan usia dini. Kontribusi paguyuban sekolah sepakbola (SSB) di level grassroot ini sudah tidak terhitung dalam mencetak pemain elite pro academy (EPA).

Pagustas lahir atas keresahan para pegiat SSB dengan situasi kekurangan jam bertanding khususnya usia dini. “Pagustas memasang target pembinaan usia grassroot dan youth itu sebulan minimal 30 sampai 35 kali bertanding,” ujar Naman pada Selasa (11/11/2025).

Baca Juga :  Aktual Coffee Morning, Robby Cahyadi Bicara Banjir Tangsel

BN menyebutkan beberapa nama anak didik Pagustas yang saat ini bergabung dengan klub professional di Liga 1. Tentu saja, semua itu berkat konsisten dan komitmen seluruh anggota Pagustas dalam menerapkan regulasi pembinaan usia dini.

Prinsip Juara Itu Bonus

BN pun menyinggung soal turnamen di level usia dini ini tujuan untuk melatih mental bertanding. Siswa SSB semuanya merasakan bagaimana bertanding dengan enjoy. Permasalahan juara itu, lanjut BN hanya bonus.

One Day Tournament 2025 yang digelar Pagustas di Pamulang, BN mengatakan itu menjadi momen untuk memberikan kesempatan para pemain bertarung. Ia juga tak bosan-bosan mengingatkan prinsip juara dari pemain binaan.

Prinsip ini yang terus dibangun demi mengasah para siswa binaannya. Prinsip juara dari pemain binaan ini memiliki kekuatan dalam membangun tim.

Percaya diri para siswa SSB dan membangun kebersamaan sesama semakin teruji. Keseharian dalam latihan menjadi penentu mereka masuk dalam skuad pemain yang turun di menit awal. 

Beda halnya dengan juara dengan pemain cabutan. “Pemain yang setiap hari aktif latihan justru hanya sebagai penonton. Ujungnya mereka tak ingin lagi bermain,” ujarnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini