Worktren Alam Sutera ruang kerja bersama atau Co Working Space yang berada persis di kota Mandiri perbatasan antara Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
Aktual Tangerang – Worktren bukan sekadar ruang kerja. Ia seperti oasis di tengah riuhnya kota, tempat ide-ide tumbuh seperti tanaman yang dirawat cahaya pagi. Begitu setidaknya kesan kilat yang menempel dalam benak Ahmad Mikail Diponegoro, jurnalis yang sempat singgah.
Dipo, panggilan akrab Ahmad Mikail itu sempat duduk sambil menikmati segelas kopi hitam panas tanpa gula. Tatapan matanya tak bisa diam, terus menyapu seluruh ruangan tempat kerja bersama di kawasan kota mandiri, Jalan. Jalur Sutera Barat, Penunggangan Timur, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Persisnya di lantai tujuh gedung yang juga menaungi Honda Tren Alam Sutera, Worktren Alam Sutera berdiri tenang, seolah tahu bahwa kreativitas butuh ruang bernapas.
Ketika pintu kaca dibuka, udara sejuk dari alat pendingin udara atau AC menyambut dengan lembut, seperti angin gunung yang turun diam-diam ke dataran. Suhunya pas, tidak sekadar dingin, tetapi menenangkan, membuat tubuh rileks dan pikiran siap berlayar mencari inspirasi.
Ruangannya bersih, rapi, dan lapang. Seisi ruangan terasa seperti halaman kosong yang siap ditulisi mimpi-mimpi baru.
Meja-meja disusun dengan jarak yang ramah, memberi ruang pribadi tanpa memutus rasa kebersamaan. Lampu-lampunya tidak menyilaukan, tetapi hangat, seperti matahari sore yang turun perlahan.
Kursi-kursinya cukup empuk untuk bekerja berjam-jam tanpa membuat punggung merajuk. Ada sudut-sudut kecil yang terasa akrab, seperti tempat singgah bagi gagasan yang sedang tumbuh. Ruang kreatifitas bersama penuh asa.
Perpaduan Kafe & Ruang Kreatif
Suasana Worktren seperti perpaduan antara kafe tenang, perpustakaan yang damai, dan ruang kerja yang teratur. Bisikan keyboard, tawa pelan, diskusi ringan, semuanya mengalir tanpa saling mengganggu. Di sini, waktu berjalan lembut. Tidak terburu-buru, tetapi tidak pula melambat.
Kadang, lewat jendela besar, cahaya pagi mengalir masuk seperti aliran madu, menghangatkan suasana. Di sore hari, bayangan gedung-gedung di luar jatuh memanjang, menandai perjalanan hari yang tetap terasa ringan bagi siapa saja yang bekerja di dalamnya.
Worktren menjadi tempat di mana ide tidak hanya lahir, tetapi dirawat. Tempat kerja terasa seperti rumah kedua, namun versi yang lebih tenang, lebih rapi, dan selalu menunggu dengan sabar. Seseorang bisa datang dengan kepala penuh beban, lalu pulang dengan langkah yang lebih ringan, seakan ruangan ini paham bagaimana caranya meredakan pikiran.
Co-working space ini bukan hanya soal fasilitas yang lengkap atau kenyamanan fisik yang memanjakan. Worktren adalah atmosfer. Suasana. Ruang di mana hati bekerja lebih jernih dan pikiran lebih lancar. Seperti sedang menyelam ke hening, namun tetap terhubung dengan dunia.
Worktren adalah tempat bekerja yang terasa seperti bernafas. Terletak di Alam Sutera, tetapi rasanya seperti berada di tengah angin yang membawa kedamaian.
Dan mungkin, bagi setiap orang yang datang, ia bisa menjadi permulaan sesuatu. Sebuah gagasan. Sebuah proyek. Atau bahkan, sebuah perjalanan baru.









Leave a Reply