WFH ASN Tangsel Dievaluasi, Banyak yang Bermasalah

Adi Subchan - 12 May 2026

BKPSDM Tangsel menemukan ASN belum tertib presensi selama WFH. Evaluasi dilakukan untuk mencegah manipulasi absensi berbasis GPS. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
BKPSDM Tangsel menemukan ASN belum tertib presensi selama WFH. Evaluasi dilakukan untuk mencegah manipulasi absensi berbasis GPS. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

BKPSDM Tangsel menemukan ASN belum tertib presensi selama WFH. Evaluasi dilakukan untuk mencegah manipulasi absensi berbasis GPS.

Aktual Tangerang – Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) tengah dievaluasi.

Kebijakan itu diterapkan setiap Jumat bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tangsel.

WFH merupakan arahan pemerintah pusat untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak. Langkah itu diambil di tengah konflik geopolitik kawasan Timur Tengah.

Kepala BKPSDM Tangsel Wahyudi Leksono mengungkapkan masih ditemukan pelanggaran presensi ASN.

Temuan itu diperoleh setelah evaluasi pelaksanaan WFH selama satu bulan terakhir.

“Masih ada ketidaktertiban dalam melakukan presensi,” ujar Wahyudi Leksono, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :  Kadis DPMPTSP Pandeglang Jadi Tersangka Kecelakaan Maut

Ia meminta seluruh OPD menindaklanjuti persoalan tersebut. Menurut Wahyudi, beberapa ASN tidak sesuai aturan saat melakukan absensi dari rumah. Ada pegawai yang tercatat dinas luar ketika seharusnya menjalani WFH.

“Saat WFH, presensi pertama dilakukan dari rumah masing-masing,” katanya.

Namun ditemukan ASN yang mengisi keterangan dinas luar. BKPSDM Tangsel mengakui jumlah ASN yang bermasalah tergolong cukup banyak.

Meski begitu, Wahyudi belum membeberkan angka pasti pelanggaran tersebut. “Kalau secara persentase, ya lumayanlah,” ucapnya.

Hasil evaluasi itu akan dilaporkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Wahyudi mengatakan laporan evaluasi dikirim secara rutin setiap bulan kepada BKN. Laporan dikirim setiap tanggal empat sebagai bahan pengawasan.

Selain presensi, BKPSDM juga menyoroti potensi manipulasi absensi berbasis GPS. Namun hingga kini belum ditemukan indikasi peretasan sistem presensi ASN.

“Belum sampai ada yang berani nge-hack,” kata Wahyudi.

Ia memastikan sistem telah dilengkapi pengamanan untuk mencegah data palsu.

Sistem presensi ASN saat ini menggunakan teknologi geolocation berbasis GPS. Teknologi itu diharapkan mampu meminimalisir kecurangan selama WFH.

Baca Juga :  WFH ASN Kabupaten Tangerang Belum Mampu Tekan Pengeluaran

Pemkot Tangsel juga akan memperbaiki sistem pengawasan pada pelaksanaan WFA berikutnya. Langkah itu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan absensi.

“Nanti akan kami tindak lanjuti pada pelaksanaan WFA berikutnya,” ujarnya.

Ia memastikan evaluasi terus dilakukan secara berkala. Hingga kini, Pemkot Tangsel belum menjatuhkan sanksi kepada ASN yang melanggar.

Menurut Wahyudi, pegawai masih beradaptasi dengan pola kerja baru.

“Sejauh ini belum ada sanksi karena pegawai masih menyesuaikan diri,” pungkasnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini