Warga TPA Jatiwaringin Minta Direlokasi, Pemkab Belum Siap

Adi Subchan - 08 July 2026

Petugas mengevakuasi warga terdampak kabut asap akibat kebakaran TPA Jatiwaringin di Rajeg, Tangerang, Banten. (Foto: ANTARA)
Petugas mengevakuasi warga terdampak kabut asap akibat kebakaran TPA Jatiwaringin di Rajeg, Tangerang, Banten. (Foto: ANTARA)

Warga sekitar TPA Jatiwaringin meminta relokasi usai kebakaran sepekan memicu asap pekat. Pemkab Tangerang menegaskan belum ada rencana relokasi.

Aktual Tangerang – Warga di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, meminta pemerintah segera melakukan relokasi.

Permintaan itu menguat setelah kebakaran TPA berlangsung selama sepekan terakhir.

Asap tebal mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.

Warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Tausyani, berharap relokasi menjadi solusi terbaik. Menurutnya, permukiman berada terlalu dekat dengan area pembuangan sampah.

“Keinginan saya pribadi, saya pengennya dipindahin karena posisi TPA sangat dekat dengan permukiman warga,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Tausyani mengatakan keberadaan TPA selama ini menimbulkan keresahan masyarakat.

Baca Juga :  Kebakaran TPA Jatiwaringin, 210 Warga Mengungsi dan 72 Alami ISPA

Saat musim kemarau, kebakaran sering terjadi dan menghasilkan asap pekat. Sedangkan, saat musim hujan, warga harus menghadapi bau menyengat dari tumpukan sampah.

Warga juga khawatir terhadap potensi longsor di kawasan TPA. “Kalau musim kemarau sering terjadi kebakaran. Saat musim hujan baunya sangat menyengat. Kami juga takut terjadi longsor,” katanya.

Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti Uswatun, menyampaikan keluhan serupa. Ia mengatakan sekitar 70 rumah dihuni 150 kepala keluarga terdampak langsung keberadaan TPA.

Permukiman itu berada di RT 14/RW 06, Desa Tanjakan Mekar. “Jarak rumah warga sekitar satu meter dari TPA,” ungkap Uti.

Menurutnya, relokasi menjadi solusi jangka panjang bagi warga terdampak.

“Mudah-mudahan setelah kebakaran ini, pemerintah memperhatikan warga kami melalui rencana relokasi,” tuturnya.

Baca Juga :  Kebakaran TPA Jatiwaringin Bikin Udara Tangerang Sangat Buruk

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan belum ada rencana relokasi warga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih berpedoman pada ketentuan pembangunan di sekitar TPA.

“Belum ada relokasi. Namun pembangunan permukiman harus mengikuti aturan agar terhindar dari dampak pencemaran,” kata Maesyal. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini