Kebakaran TPA Jatiwaringin, 210 Warga Mengungsi dan 72 Alami ISPA

Adi Subchan - 06 July 2026

Kebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari keenam. Sebanyak 210 warga mengungsi dan 72 warga mengalami ISPA akibat paparan asap. (Foto: ANTARA)
Kebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari keenam. Sebanyak 210 warga mengungsi dan 72 warga mengalami ISPA akibat paparan asap. (Foto: ANTARA)

Kebakaran TPA Jatiwaringin memasuki hari keenam. Sebanyak 210 warga mengungsi dan 72 warga mengalami ISPA akibat paparan asap.

Aktual Tangerang – Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari ketujuh.

Hingga Minggu (5/7/2026), api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kepulan asap masih membumbung dari sejumlah titik tumpukan sampah.

Asap pekat tersebut mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sekitar. Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat 210 warga telah dievakuasi.

Pengungsian dilakukan sejak hari pertama kebakaran pada Selasa (30/6/2026). Selain itu, 72 warga dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Penyakit tersebut diduga dipicu paparan asap kebakaran.

210 Warga Tempati Dua Posko Pengungsian

Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, mengatakan seluruh pengungsi ditempatkan di dua posko.

Baca Juga :  Kebakaran TPA Jatiwaringin Bikin Udara Tangerang Sangat Buruk

Posko itu disiapkan pemerintah daerah sejak awal penanganan kebakaran. Menurutnya, jumlah pengungsi merupakan akumulasi selama enam hari.

“Ada sejak hari pertama sampai dengan hari keenam, ada 210 yang sudah kita tempatkan di dua posko dan kesemuanya sampai saat ini sehat-sehat saja,” ujarnya.

Maesyal memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Pemerintah menyediakan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Kondisi para pengungsi juga terus dipantau.

72 Warga Terjangkit ISPA

Dampak kebakaran turut dirasakan pada sektor kesehatan. Sebanyak 72 warga mengalami gejala ISPA akibat paparan asap. Meski demikian, seluruh pasien masih dapat ditangani fasilitas kesehatan setempat.

“Tapi sampai saat ini bisa ditangani oleh Puskesmas, juga bisa ditangani oleh Dinas Kesehatan. Tidak ada yang dirujuk dan mohon doanya semuanya,” kata Maesyal.

Pemerintah terus memantau perkembangan kesehatan warga terdampak. Tenaga medis disiagakan di setiap posko pengungsian.

Petugas berasal dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Mereka memberikan pelayanan sekaligus memantau kondisi para pengungsi.

“Oleh karenanya, kami bersama juga dengan Dinas Kesehatan, bersama juga dengan Puskesmas terus mengikuti perkembangan ini. Bahkan Dinas Kesehatan stay di posko-posko yang sementara ini menjadi tempat pengungsian,” katanya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Banten Senin 6 Juli 2026, Mayoritas Cerah

Pemadaman Masih Berlangsung

Hingga Minggu siang, asap masih terlihat keluar dari beberapa titik. Proses pemadaman terus dilakukan melalui jalur udara dan darat.

Dua helikopter milik BNPB dikerahkan melakukan water bombing Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan sisa api.

Pada hari yang sama, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau lokasi kebakaran. Ia mendatangi area terdampak untuk melihat langsung proses penanganan.

Ia tampak mendekati titik kebakaran yang masih mengeluarkan asap tebal. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini