Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menerima ratusan aduan SPMB 2026. Mayoritas keluhan terkait titik koordinat domisili dan perpindahan siswa.
Aktual Tangerang – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menerima ratusan keluhan selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Mayoritas aduan berkaitan dengan kesalahan titik koordinat domisili dan perpindahan siswa dari luar daerah.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy, mengatakan jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 8.000 siswa.
“Alhamdulillah pelaksanaan SPMB hingga saat ini berjalan lancar. Pendaftar sudah mencapai sekitar 8.000 siswa,” kata Dedy, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, banyak calon peserta didik memasukkan titik koordinat yang tidak sesuai alamat sebenarnya. Bahkan, ditemukan titik koordinat yang sengaja dipindahkan mendekati sekolah tujuan.
“Ada yang rumahnya berjarak satu kilometer. Namun, titik koordinat ditempatkan tepat di depan sekolah,” ujarnya.
Dedy menegaskan data tersebut akan diverifikasi menggunakan Kartu Keluarga. “Jika tidak sesuai, kami tolak dan minta diperbaiki,” tegasnya.
Ia menjelaskan sistem domisili berbeda dengan sistem zonasi yang diterapkan sebelumnya. Dalam sistem domisili, seleksi dilakukan berdasarkan radius rumah menuju sekolah.
“Yang dihitung adalah jarak rumah ke sekolah, bukan wilayah administratif tempat tinggal,” jelasnya.
Apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, seleksi dilakukan berdasarkan jarak terdekat. “Peserta akan diranking dari yang paling dekat hingga paling jauh,” katanya.
Untuk mengatasi berbagai kendala, Dinas Pendidikan membuka posko pelayanan khusus di kantor dinas. Posko tersebut melayani perbaikan data dan pengaduan masyarakat.
“Posko ini bukan tempat pendaftaran. Fungsinya membantu perbaikan data yang bermasalah,” ujar Dedy.
Dedy menjelaskan, proses pendaftaran sebenarnya dapat dilakukan secara daring jika data sudah benar.
“Kalau data valid sejak awal, masyarakat tidak perlu datang dan antre panjang,” katanya.
Dinas Pendidikan juga memperketat pengawasan untuk mencegah praktik titip-menitip siswa. Pengawasan dilakukan bersama Inspektorat Kabupaten Tangerang melalui tim khusus.
“Kami sudah dimonitor Inspektorat. Mereka turun langsung ke sejumlah sekolah,” ujarnya.
Dedy memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru.
“Jika ditemukan pelanggaran, akan ada peringatan dan tindakan sesuai ketentuan,” tegasnya.
SPMB tingkat SMP dijadwalkan berakhir pada 26 Juni 2026. Proses seleksi dibuat lebih singkat agar selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Menjelang penutupan pendaftaran, orang tua diminta memastikan seluruh data sesuai kondisi sebenarnya.
“Khususnya alamat dan titik koordinat rumah. Jangan sampai salah lalu harus memperbaiki data,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak hanya berfokus pada sekolah negeri. Pemkab Tangerang telah menyediakan 174 sekolah swasta gratis sebagai alternatif.
“Ada 174 sekolah swasta gratis yang tercantum dalam website SPMB,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, mengatakan posko pengaduan disiapkan untuk menjaga transparansi.
“Setiap tahun selalu ada tempat pengaduan, dan tahun ini juga kami siapkan,” kata Dadan. (*)








Leave a Reply