Wali Murid Protes, Diduga Ada Pendaftar Siluman di SPMB Tangsel

Adi Subchan - 03 July 2026

FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)
FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Wali murid di Tangsel menduga ada perubahan data SPMB 2026 setelah pendaftaran ditutup. Gubernur Banten menegaskan seleksi harus transparan.

Aktual Tangerang – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 daring di Tangerang Selatan, Banten, menuai protes. Seorang wali murid menduga ada perubahan data peserta setelah masa pendaftaran resmi ditutup.

Karina, wali murid peserta SPMB 2026, mengaku anaknya mendaftar melalui jalur akademik di salah satu SMA Negeri di Ciputat. Pendaftaran jalur tersebut berlangsung pada 27-29 Juni 2026 hingga pukul 00.00 WIB.

Karina mengatakan, saat pendaftaran ditutup, posisi anaknya masih berada dalam kuota penerimaan.

“Pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 00.00 WIB, anak saya berada di dua peringkat terbawah yang masih diterima. Saya memiliki bukti tangkapan layar tertanggal 30 Juni 2026 pukul 00.22 WIB,” ujarnya.

Menurut Karina, posisi tersebut tidak berubah hingga Selasa, 30 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.

Namun, saat pengumuman hasil seleksi pada pukul 11.00 WIB, nama anaknya tidak lagi tercantum sebagai peserta yang diterima.

Baca Juga :  Link Pengumuman Hasil SPMB SMP Kabupaten Tangerang 2026

Ia mempertanyakan perubahan tersebut karena masa pendaftaran telah berakhir.

“Seharusnya tidak ada lagi perubahan posisi setelah pendaftaran ditutup,” katanya.

Karina mengaku telah meminta penjelasan kepada pihak sekolah.

“Saya sudah bertanya langsung ke sekolah. Namun, mereka tidak bisa memberikan penjelasan,” ucapnya.

Ia berharap pelaksanaan SPMB berlangsung transparan dan bebas dari dugaan kecurangan.

“Sistem SPMB seharusnya bersih dan transparan agar semua peserta mendapat kesempatan yang adil,” tuturnya.

Karina menilai dugaan perubahan data tersebut merugikan hak anaknya memperoleh pendidikan.

“Kalau benar ada kecurangan, itu sama saja mencuri hak anak saya untuk mendapatkan pendidikan,” keluhnya.

Baca Juga :  KPK Awasi SPMB Banten 2026, Ini Temuannya

Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pelaksanaan SPMB SMA/SMK negeri harus berlangsung adil dan transparan.

“Harapannya semua mendapatkan pelayanan yang adil dan transparan,” kata Andra saat meninjau verifikasi pra-SPMB di SMA Negeri 1 Tangsel.

Andra juga menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip maupun intervensi dalam proses seleksi.

“Tidak ada lagi titip-menitip anak sekolah. Tidak boleh ada intervensi kepada kepala sekolah maupun panitia. Biarkan sistem berjalan dengan baik,” tegasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini