Seorang bocah empat tahun ditolak rawat inap di sebuah rumah sakit. Orang tua berharap Bupati Tangerang perbaiki layanan BPJS Kesehatan.
Aktual Tangerang – Pelayanan kesehatan untuk pengguna BPJS Kesehatan kembali mendapat sorotan tajam di Kabupaten Tangerang.
Sebuah rumah sakit di wilayah Citra Raya disebut enggan merawat anak berusia empat tahun karena pasien BPJS Kesehatan. Peristiwa itu, Rabu (04/02) pukul 19.15 WIB.
Edih Jayadi, orang tua pasien yang mengaku sebagai aktivis Tangerang, mengaku kecewa atas sikap dokter rumah sakit tersebut.
“Dokter menolak merawat anak saya meski kondisinya belum membaik,” ujar Edih Jayadi dikutip dari Reuters Tangerang, Sabtu (7/2/2026).
Sang anak sebelumnya telah menjalani pengobatan di klinik faskes terdaftar BPJS selama beberapa hari, namun belum membaik.
Melihat tim dokter rumah sakit bersikeras, Edih memilih tidak memperpanjang perdebatan di rumah sakit.
“Prioritas saya adalah nyawa anak, bukan debat. Waktu sangat berharga untuk keselamatan anak saya,” tegas Edih.
Setelah itu, Edih membawa anaknya ke Metro Hospital untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik.
“Alhamdulillah, di Metro Hospital anak saya diterima dan langsung dirawat sesuai prosedur,” kata Edih Jayadi.
Ia menilai kondisi anaknya memang memerlukan perawatan inap, berbeda dengan penilaian dokter rumah sakit yang menolak merawat.
Edih berharap Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, turun tangan memperbaiki sistem pelayanan kesehatan. “Kami ingin pemerintah mengawasi rumah sakit mitra BPJS Kesehatan agar tidak diskriminatif terhadap pasien,” imbuhnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak keluarga fokus pada pemulihan anak dan menunggu perbaikan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, pihak rumah sakit yang disebut menolak merawat pasien BJPS Kesehatan belum memberikan klarifikasi. Begitu juga dengan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid. ***









Leave a Reply