Pemkot Tangerang Selatan resmi menutup TPA Cipeucang dan mengalihkan pengelolaan sampah ke daerah lain serta swasta berizin.
Aktual Tangerang – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan penutupan total TPA Cipeucang Serpong dan penghentian penerimaan sampah baru.
Kebijakan tersebut menandai berakhirnya pembuangan sampah Tangsel di lokasi tersebut.
“TPA Cipeucang akan ditutup total karena kami tidak lagi membuang sampah ke sana,” ujar Benyamin, Sabtu (3/1/2026).
Penutupan dilakukan seiring pengalihan pengelolaan sampah melalui kerja sama antardaerah dan pihak swasta.
Pemkot Tangsel mengalihkan sampah ke fasilitas Lulut Nambo Cibinong berkapasitas sekitar 20 ton per hari.
Selain itu, sampah dikirim ke pengelola swasta berizin di Cilengsi dengan kapasitas sekitar 200 ton per hari.
Pemkot Tangsel juga bekerja sama dengan Pemkot Serang mengelola sampah di TPA Cilowong.
TPA Cilowong memiliki kapasitas pengolahan hingga 500 ton sampah per hari.
“Dengan kondisi ini, Cipeucang tidak lagi menjadi TPA seperti sebelumnya,” kata Benyamin.
Kawasan Cipeucang akan ditata ulang dan tidak lagi difungsikan sebagai tempat pembuangan.
Pemerintah berencana mengubah area tersebut menjadi ruang terbuka yang bermanfaat jangka panjang.
Pemkot Tangsel menyiapkan pembangunan Materials Recovery Facility untuk memilah sampah tersisa di kawasan tersebut.
“Dengan sentuhan teknologi, Cipeucang akan dijadikan ruang terbuka yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Benyamin.
Pembangunan MRF ditargetkan mulai 2026, meski waktu pelaksanaan detail belum ditetapkan.
Melalui MRF, sampah dipilah menjadi RDF dan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja.








Leave a Reply