TPA Cipeucang Bakal Disulap Jadi Ruang Terbuka Publik

Adi Subchan - 02 January 2026

TPA Cipeucang
FOTO: Pemkot Tangsel/Ilustrasi

TPA Cipeucang dinyatakan tak lagi mampu menampung sampah. Pemkot Tangsel beralih ke kerja sama lintas daerah dan teknologi modern.

Aktual Tangerang – Krisis daya tampung sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini memasuki fase krusial. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dinilai sudah tidak lagi mampu menampung lonjakan volume sampah harian.

Pemkot Tangsel mengubah arah pengelolaan sampah mulai tahun 2026. Kebijakan baru tersebut ditempuh melalui kerja sama lintas daerah dan penerapan teknologi modern.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut kerja sama dilakukan bersama Pemkot Serang.

“Kami sudah menandatangani kerja sama pengolahan sampah bersama di Cilowong, Kota Serang,” kata Benyamin, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 400 hingga 500 ton sampah per hari.

“Dengan kondisi ini, Cipeucang tidak lagi menjadi tempat pembuangan akhir sampah,” ujarnya.

Baca Juga :  Sepasang Kekasih Cekcok di Mobil Picu Tabrakan Beruntun di Serpong

Benyamin menyampaikan, TPA Cipeucang akan dialihfungsikan dengan pendekatan berbasis teknologi.

Ia menyebut kawasan tersebut nantinya akan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat.

“Dalam jangka panjang, Cipeucang akan dijadikan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan warga,” katanya.

Saat ini, Pemkot Tangsel tengah melakukan penataan di area TPA Cipeucang.

Penataan tersebut bertujuan mendukung pengoperasian fasilitas pengolahan sampah berbasis MRF pada 2026.

Selain penataan, pemerintah juga menyiapkan pembebasan lahan seluas sekitar 8.000 meter persegi.

“Pada 2026, kita akan membangun MRF di lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi,” ujar Benyamin.

Baca Juga :  62 Warga Indonesia Terinfeksi Superflu

Ia menjelaskan, sampah akan dipilah sebelum diolah menjadi bahan bakar alternatif RDF. “Nantinya sampah dipilah lalu diolah menjadi RDF dan produk lanjutan lainnya,” katanya.

Proses pengolahan tersebut juga akan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja.

Selanjutnya, sampah akan diolah menggunakan teknologi bersuhu sangat tinggi.

“Dengan teknologi suhu tinggi, sampah dibakar hingga habis,” ujar Benyamin.

Ia menambahkan, kawasan bekas TPA tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini