Tangsel Krisis Air Bersih, BPBD Gali Sumur Bor

Adi Subchan - 07 August 2026

ILUSTRASI - Krisis air bersih di Tangsel meluas. BPBD mencatat 222 KK terdampak dan menyalurkan 126.100 liter air, sementara kekeringan diprediksi hingga September 2026. (Foto: iStockphoto)
ILUSTRASI - Krisis air bersih di Tangsel meluas. BPBD mencatat 222 KK terdampak dan menyalurkan 126.100 liter air, sementara kekeringan diprediksi hingga September 2026. (Foto: iStockphoto)

BPBD Tangsel memperkuat penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih, toren, dan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.

Aktual Tangerang – Krisis air bersih masih melanda Kota Tangerang Selatan. Kemarau panjang memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

BPBD Tangsel terus menyalurkan bantuan air bersih. Selain itu juga memperkuat langkah mitigasi. Upaya dilakukan melalui penyediaan toren dan sumur bor.

Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha Sudjana, menjelaskan situasinya. Laporan kekeringan pertama diterima pada 8 Juli 2026.

Permintaan bantuan terus meningkat hingga awal Agustus. Hingga 6 Agustus, terdapat 10 titik kekeringan.

Sembilan titik berada di Kelurahan Keranggan. Satu titik lainnya berada di Kelurahan Serpong.

Essa menyebut kemarau menjadi penyebab utama kekeringan. Cadangan air tanah terus mengalami penurunan.

Wilayah dataran tinggi paling terdampak. Warga masih mengandalkan sumur dangkal.

“Tangerang Selatan memasuki musim kemarau panjang. Cadangan air tanah cepat habis. Warga masih mengandalkan sumur dangkal,” kata Essa Nugraha Sudjana.

Baca Juga :  Erick Thohir Jadi Menpora Gantikan Dito Ariotedjo

BPBD rutin mendistribusikan air bersih kepada warga. Hingga 4 Agustus, distribusi mencapai 206.050 liter.

BPBD juga menempatkan toren di lokasi terdampak. Setiap toren berkapasitas 2.000 liter. Sebanyak 135 toren telah disiapkan.

“Kami menempatkan toren berkapasitas 2.000 liter. Hingga kini tersedia 135 toren,” ujar Essa.

Menurutnya, toren memudahkan penyimpanan cadangan air. Distribusi tangki dilakukan secara bertahap setiap hari.

BPBD juga membangun sumur bor. Langkah itu menjadi solusi jangka panjang. Sumur bor ditargetkan mengurangi dampak kekeringan.

“Kami membangun dan memperbanyak sumur bor. Upaya ini untuk penanganan jangka panjang,” kata Essa.

Program tersebut didukung pendanaan APBD Tangsel. BPBD juga menggandeng berbagai instansi dan mitra. Mereka termasuk BAZNAS dan Sinar Mas Land.

BBWS Ciliwung Cisadane turut mendukung program. PDAM Tirta Traya Cisadane Serpong ikut terlibat. BUMD juga membantu penanganan kekeringan.

Baca Juga :  Lulusan SD Tangsel Membludak, Kuota SMPN Terbatas

Pada 5 Agustus, distribusi kembali dilakukan. Sebanyak 27.000 liter air disalurkan.

Bantuan menjangkau enam lokasi terdampak. Lima titik berada di Keranggan. Satu titik berada di Serpong.

Essa mengimbau warga menghemat penggunaan air. Kemarau diperkirakan masih berlangsung.

Warga diminta segera melapor bila kekurangan air. Laporan dapat melalui RT, RW, lurah, atau 112.

“Hematlah penggunaan air. Segera laporkan kekurangan air melalui RT, RW, lurah, atau layanan 112,” tutup Essa. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini